Terungkap Serangan MacOS dan iPhone Bukan Ransomware

Sabtu, 12 Agustus 2017 - 23:23 WIB
Terungkap Serangan MacOS...
Terungkap Serangan MacOS dan iPhone Bukan Ransomware
A A A
JAKARTA - Beberapa hari terakhir pengguna Apple di seluruh dunia dihebohkan dengan berita tentang ransomware yang berhasil menyerang iPhone, iPad dan MacOS. Bagaimana kebenaran dari kabar ini?

Pengguna di Eropa, Jepang dan Indonesia kesulitan untuk login ke dalam perangkat mereka karena dikunci oleh EFI firmware protection. Demikian pula pengguna iOS mengalami hal serupa karena terkunci oleh fitur Lost Mode.

Spekulasi bermunculan di dunia maya bahwa produk-produk Apple telah terinfeksi oleh locker ransomware, yaitu ransomware yang dirancang untuk menolak akses ke sumber daya komputasi, biasanya dengan mengunci layar komputer dan kemudian meminta pengguna membayar biaya untuk mengembalikan akses.

Hal ini sama persis dengan apa yang dialami pengguna iPhone, iPad dan MacOS di beberapa negara, yang layar perangkat mereka terkunci dan dimintai tebusan sebesar USD50.

Ciri-ciri ini sangat mirip dengan tipikal serangan Locker Ransomware. Tapi tunggu dulu, apa benar ini merupakan serangan ransomware? Tak semudah itu menyimpulkannya.

"Bila kita menilik dari kasus tersebut ada beberapa hal yang bisa kita cermati, ada kebocoran password pada iCloud bridge dan kemungkinan berhubungan dengan beberapa kasus bocornya iCloud nick sebelumnya yang kemudian dimanfaatkan oleh orang tertentu untuk mengeksploitasi lock pada fitur Find My iPhone yang di antaranya adalah fitur Lost Mode," ujar Technical Consultant PT Prosperita – ESET Indonesia, Yudhi Kukuh dalam keterangan tertulis kepada SINDOnews.

Sehingga, lanjut dia, ketika pengguna berusaha login, perangkat mereka telah terkunci, sementara di dalam lock fitur pembajak telah meninggalkan pesan alamat email. Saat korban menghubungi via alamat email, pelaku kemudian membalas dengan meminta uang tebusan sebesar USD50 dalam kasus ini jika ingin mendapatkan kunci unlock perangkatnya.

Sebab itu, Yudhi melihat fenomena serangan terhadap pengguna Apple yang diduga sebagai serangan ransomware tidak benar. Karena data yang berada di dalam perangkat tidak dienkripsi.

Sementara fitur lock yang digunakan oleh pelaku berasal dari fitur Apple sendiri, yang merupakan fitur keamanan jika barang hilang atau dicuri.

"Hal ini dapat terjadi akibat password iCloud telah dibajak, pelaku kemudian mengaktivasi Lost Mode pada perangkat korban yang terhubung ke akun iCloud. Ketika komputer masuk ke Lost Mode, kunci firmware ikut ditambahkan,” terangnya.
(dmd)
Berita Terkait
Marak Tuntutan Tebusan,...
Marak Tuntutan Tebusan, Serangan Pelumpuhan Website di Indonesia Melonjak 62%
Ancaman Kejahatan Siber...
Ancaman Kejahatan Siber Dinilai Harus Menjadi Perhatian Bersama
Fitur Verifikasi Wajah,...
Fitur Verifikasi Wajah, Antisipasi Mitra Gojek agar Terhindar Cyber Crime
Kejahatan Dunia Maya...
Kejahatan Dunia Maya Meningkat di India, Modusnya iPhone Murah dan Berhadiah
Ketika Anak SMK di Didik...
Ketika Anak SMK di Didik Jadi Ahli Cyber Security
Selalu Waspada, Ancamanan...
Selalu Waspada, Ancamanan Keamanan Siber Meningkat Selama Pandemi Covid-19
Berita Terkini
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
1 hari yang lalu
Berbasis Open Source,...
Berbasis Open Source, Equnix Dorong Ekosistem PostgreSQL
1 hari yang lalu
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
1 hari yang lalu
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
2 hari yang lalu
Samsung dan Google Mulai...
Samsung dan Google Mulai Serang Apple dengan Fitur Ini
2 hari yang lalu
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
2 hari yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved