Amerika Serikat Minta Riwayat Browsing Pelanggan Dilindungi

Jum'at, 31 Maret 2017 - 10:01 WIB
Amerika Serikat Minta...
Amerika Serikat Minta Riwayat Browsing Pelanggan Dilindungi
A A A
NEW YORK - Kongres Amerika Serikat cabut aturan yang membatasi bagaimana penyedia layanan internet bisa menggunakan data pelanggan mereka, telah menimbulkan minat baru dalam teknologi internet lama, yaitu jaringan pribadi virtual (virtual private network) atau VPN.

VPN sering digunakan untuk menghubungkan ke jaringan bisnis yang aman, pengguna internet yang sadar privasi sekarang menggunakan VPN sebagai sarana untuk mencegah penyedia layanan broadband yang mengumpulkan data tentang situs internet dan layanan apa yang mereka gunakan.

“Sekarang waktunya untuk mulai menggunakan VPN di rumah," kata Vijaya Gadde, penasihat hukum Twitter Inc, dalam cuitannya hari Selasa (28/3), yang ditweet ulang oleh Kepala Eksekutif Twitter, Jack Dorsey.

DPR Amerika yang dikuasai Partai Republik melalui pemungutan suara dengan hasil 215 mendukung dan 205 menolak hari Selasa memutuskan untuk mencabut peraturan yang diadopsi tahun lalu oleh Komisi Komunikasi Federal untuk mewajibkan penyedia layanan broadband mendapat persetujuan konsumen sebelum menggunakan data mereka untuk iklan atau pemasaran.

Senat AS, yang juga dikuasai Partai Republik, dengan suara 50 banding 48 pekan lalu untuk membalikkan peraturan itu. Gedung Putih mengatakan, Presiden Donald Trump mendukung langkah pencabutan itu. Tapi pengecam mengatakan, pencabutan aturan itu akan melemahkan perlindungan privasi konsumen.

Data yang dilindungi termasuk, riwayat browsing pelanggan, yang dapat digunakan untuk mendapatkan jenis informasi lain, termasuk data kesehatan dan keuangan. Penyedia layanan broadband yang lebih kecil sekarang memanfaatkan privasi sebagai keunggulan kompetitif. Penyedia broadband Sonic, yang berkantor pusat di California, menawarkan layanan VPN gratis kepada pelanggannya sehingga mereka dapat terhubung ke jaringannya ketika mereka tidak di rumah. Itu memastikan bahwa ketika pengguna Sonic log-on ke wi-fi di sebuah kedai kopi atau hotel, misalnya, data mereka tidak dikumpulkan oleh penyedia broadband.
(wbs)
Berita Terkait
Indosat HiFi Air Hadirkan...
Indosat HiFi Air Hadirkan Internet Rumah Instan untuk Streaming hingga WFH
Tingkatkan Koneksi Internet...
Tingkatkan Koneksi Internet Saat Liburan, Passpod Luncurkan Program Internet KPK
Sinyal IM3 Terus Tersambung...
Sinyal IM3 Terus Tersambung Hingga ke Pulau Kecil
Memetakan Tanggung Jawab...
Memetakan Tanggung Jawab Platform Intermediary di Indonesia
Menkomdigi Meutya Hafid...
Menkomdigi Meutya Hafid Kunker Perdana ke NTT, Cek Jaringan Internet dan Dialog dengan Pelajar
Program Donasi Internet...
Program Donasi Internet Berbagi Tanpa Batas
Berita Terkini
Kembalinya Jet Tempur...
Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk di Era Perangan Modern
2 jam yang lalu
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
5 jam yang lalu
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
12 jam yang lalu
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
13 jam yang lalu
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
18 jam yang lalu
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
18 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved