Pencarian Neo-Nazi dan Rasisme Teratas, Google Putar Otak

Kamis, 29 Desember 2016 - 00:06 WIB
Pencarian Neo-Nazi dan...
Pencarian Neo-Nazi dan Rasisme Teratas, Google Putar Otak
A A A
CALIFORNIA - Google telah mengubah hasil untuk orang yang mencari Holocaust setelah banjir kritik itu membawa mereka neo-Nazi website dan penolakan. Pasalnya beberapa hasil pencarian termasuk yang membahas Holocaust menduduki peringkat teratas dari hasil pencarian.

Seperti dilansir dari Daily, Rabu (28/12/2016), Carole Cadwalladr dari The Guardian melaporkan bahwa ketika ia mencari “did the Holocaust happen?” ia memperolah hasil pencarian teratas. Hal ini tentu bertentangan dengan yang dipahami banyak orang selama ini. Google kini mengubah ranking hasil pencarian tersebut, khususnya untuk pengguna AS.

Halaman yang menduduki posisi teratas hasil pencarian tersebut adalah sebuah situs yang mengampanyekan supremasi kulit putih, yaitu Stormfront dan sejauh ini tetap berada di urutan teratas hasil pencarian di Inggris.

Juru bicara Google mengatakan bahwa hal tersebut adalah masalah yang benar-benar menantang dan sesuatu yang membuat Google berpikir secara mendalam dalam hal bagaimana Google dapat melakukan pekerjaan yang lebih baik.

Juru bicara Google tersebut menambahkan bahwa hasil pencarian merupakan refleksi dari konten yang ada di web. Fakta bahwa situs kebencian mungkin muncul dalam hasil pencarian tidak berarti bahwa Google mendukung pandangan tersebut.

Mengenai perubahan terbaru dalam peringkat pada pencarian terhadap Holocaust, editor situs berita Search Engine Land Danny Sullivan, percaya bahwa hal tersebut adalah upaya pihak luar untuk memengaruhi urutan hasil pencarian. Sullivan bertemu para eksekutif dan insinyur Google pekan lalu untuk membahas isu peringkat hasil pencarian yang dipertanyakan yang juga memengaruhi pertanyaan lain tentang, misalnya, etnis minoritas.

Ia sendiri mengatakan bahwa negeri dan kecewa dengan hasil pencarian tersebut seperti banyak orang lainnya. Namun, ia mengatakan Google yang memproses lima miliar pencarian per hari tertarik untuk datang dengan solusi yang diterapkan secara luas di semua penelusuran, bukan hanya hasil pencarian yang telah ditemukan oleh pengguna tertentu.

Cadwalladr menuduh Google menyebarkan ujaran kebencian yang tentu saja ditolak oleh Google seperti dikemukakan oleh juru bicara mereka. Namun selain hasil pencarian tersebut masih ada beberapa keywords yang menghasilkan urutan pencarian yang perlu dipertanyakan seperti “are women evil?” dan “are muslims bad?”

Sullivan menambahkan bahwa jauh lebih umum bagi pengguna untuk mencari istilah yang sederhana, seperti “Holocaust” daripada melakukan pencarian terhadap “did the Holocaust happen?” dan bahwa frasa dari pertanyaan juga memengaruhi peringkat hasil pencarian.
(wbs)
Berita Terkait
Google.org Umumkan Pendanaan...
Google.org Umumkan Pendanaan Edukasi AI dan Ketahanan Pangan untuk 6 juta Orang di Asia Tenggara
Google Luncurkan Inovasi...
Google Luncurkan Inovasi AI untuk Pendidikan Berkualitas dan Aman di Indonesia
Google Luncurkan 11.000...
Google Luncurkan 11.000 Beasiswa untuk Keterampilan Digital
Komdigi dan Google Luncurkan...
Komdigi dan Google Luncurkan Google Play Protect untuk Keamanan Digital
Google.org Salurkan...
Google.org Salurkan Hibah US$3,5 Juta untuk Dukung 200.000 Petani Kecil di Thailand dan Vietnam
Gebrakan Ramadan Gemini...
Gebrakan Ramadan Gemini 2026 dari Google
Berita Terkini
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
11 menit yang lalu
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
1 jam yang lalu
Tragedi Bitcoin: Rp72...
Tragedi Bitcoin: Rp72 Triliun Hangus Terseret Tren Terburuk Sejak Agustus!
2 jam yang lalu
Kembalinya Jet Tempur...
Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk di Era Perangan Modern
7 jam yang lalu
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
10 jam yang lalu
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
17 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved