Network Sharing untuk Pemerataan Akses TIK ke Indonesia Timur

Jum'at, 02 Desember 2016 - 20:27 WIB
Network Sharing untuk...
Network Sharing untuk Pemerataan Akses TIK ke Indonesia Timur
A A A
JAKARTA - Sektor telekomunikasi dan informasi merupakan sektor strategis dalam memenuhi kebutuhan hidup masyarakat Indonesia saat ini. Namun, pertumbuhan teknologi yang cukup pesat masih dinilai belum merata ke seluruh Indonesia.

Wilayah Indonesia timur masih memiliki kesenjangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) cukup besar. Karena itu, diperlukan regulasi tepat untuk melakukan pemerataan.

"Revisi PP 52 dan 53 adalah kebijakan pemerintah yang pro rakyat ini dan harus kita dukung bersama. Agar ada pemerataan dan keadilan telekomunikasi di seluruh Indonesia," tutur Sekjen Lisuma Indonesia Al Akbar Rahmadillah dalam rilisnya, Jakarta, Jumat (2/12/2016).

Pihaknya yakin DPR akan berbuat yang terbaik. Kebijakan revisi ini patut didukung karena rakyat hingga di Indonesia timur bisa menikmati telekomunikasi secara terjangka. Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informasi memuat satu paket berisi dua hal yang mungkin terlewati untuk dibahas, yaitu tarif interkoneksi turun rata-rata 26% dan ratio offnet/on-net dibuat max tiga kali tarif on-net.

"Jika ini dilakukan oleh semua operator maka tarif offnet ke masyarakat bisa turun mencapai 75% atau menjadi tinggal 25% dari tarif off-net yang berlaku saat ini," terang dia.

Menurutnya, masyarakat terutama di luar Jawa berhak menuntut pengurangan biaya interkoneksi kepada semua operator. Dalam Seminar Nasional yang digelar di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia Bidang Ekonomi Rony Mamur Bishry mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah terus berupaya memeratakan akses di sektor TIK.

Salah satunya dengan melakukan revisi PP 52 & 53 mengenai berbagi jaringan infrastruktur (Network Sharing) dan Proyek Palapa Ring. "Semua orang Indonesia berhak mendapatkan akses informasi yang terjangkau. Karena itu diperlukan regulasi yang tepat terutama pada jasa telekomunikasi," ujar Rony.

Dia menjelaskan, revisi PP 52 & 53 merupakan usaha pemerintah untuk pemerataan akses dan menurunkan harga telekomunikasi. Dana dari USO banyak dialokasikan untuk wilayah Timur Indonesia untuk menurunkan kesenjangan informasi.
(izz)
Berita Terkait
Jangkau Semua Wilayah...
Jangkau Semua Wilayah di Indonesia, SPL dan Protelindo Siapkan Teknologi HAPS
Edgepoint Bangun 15.000...
Edgepoint Bangun 15.000 Menara Telekomunikasi di Malaysia, Indonesia, Filipina
Hampir 100% Operasional...
Hampir 100% Operasional Telkomsel Dikendalikan dari Rumah
HUT ke-25 Tahun, Telkomsel...
HUT ke-25 Tahun, Telkomsel Melayani Masyarakat untuk Kemajuan Indonesia
Kualitas Infrastruktur...
Kualitas Infrastruktur Jaringan Telekomunikasi selama Mudik 2023 Terjaga
Tawarkan Layanan Data...
Tawarkan Layanan Data 'Bebas Khawatir', Benarkah akan Ada Operator Baru?
Berita Terkini
Kembalinya Jet Tempur...
Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk di Era Perangan Modern
3 jam yang lalu
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
6 jam yang lalu
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
14 jam yang lalu
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
15 jam yang lalu
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
19 jam yang lalu
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
19 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved