Jurus Membangun Startup di Indonesia

Sabtu, 19 November 2016 - 18:01 WIB
Jurus Membangun Startup...
Jurus Membangun Startup di Indonesia
A A A
PERKEMBANGAN perusahaan rintisan (startup) di Indonesia saat ini tengah menjamur. Namun, banyak di antara mereka layu sebelum berkembang alias gagal di tengah perjalanan usaha.

Chief Technology Officer (CTO) Kudo Sukan Makmuri membagi pandangan visionarisnya terhadap iklim perusahaan startup yang kompetitif di Tanah Air. Salah satu tantangan terbesar perusahaan rintisan adalah keinginan pasar yang cepat berubah.

Dia berpandangan, menjamurnya perusahaan rintisan menjadi tren ‘latah’ kalangan muda, seringkali didirikan tanpa memiliki konsep matang dan tujuan yang jelas dalam misi menyelesaikan poin permasalahan.

“Bisnis model seperti yang dijalani Kudo bukanlah bisnis model yang akan cepat mati dalam 1 atau 2 tahun ke depan. Karena Kudo tidak didirikan sekadar mengikuti fenomena menjamurnya perusahaan rintisan (startup)," ujarnya.

"Kudo berdiri atas dasar persamaan tekad para pendiri dan karyawannya untuk memberi solusi dalam memecahkan permasalahan yang menjadi poin lemah Indonesia: negara dengan populasi terbesar ke-4 di dunia dengan angka pengeluaran tahunan tinggi, di mana mayoritas dari populasi tersebut belum mengerti teknologi, dan tidak terbiasa dengan sistem belanja online,” paparnya.

Dia menjelaskan Kudo memposisikan dirinya sebagai platform fleksibel yang mudah beradaptasi terhadap siapa saja mitranya yang akan muncul nantinya. Hal inilah yang menjadikan Kudo bukan sebagai kompetitor para e-commerce.

Menurutnya, pasarlah yang justru mendikte suatu perusahaan startup. Sebab itu, para pendiri haruslah pintar memprediksi kemungkinan adanya perubahan, cepat beradaptasi, dan memiliki strategi marketing yang fleksibel.

Pada dasarnya sebuah perusahaan rintisan juga harus memiliki pemahaman tentang psikologis pasarnya; apa yang menjadi nilai penting dalam hidup mereka, apa yang mereka sukai, apa yang menjadi penyebab mereka melakukan hal-hal tertentu. Kemudian disesuaikan dengan produk yang akan dikeluarkan dan konsisten terhadap tujuan.

“Carilah investor yang memiliki visi yang sama dengan Anda. Ketahui apa yang mereka inginkan terlebih dahulu, berapa banyak ROI yang mereka harapkan dan apa solusi dan bagaimana cara mewujudkannya dengan sumber daya yang terbatas,” pungkas Sukan.
(dmd)
Berita Terkait
Hits Spotify Wrapped...
Hits Spotify Wrapped 2022, Ini Cara Membuatnya
Tips Cek Ban Motor Bocor...
Tips Cek Ban Motor Bocor Halus Tanpa Harus ke Tukang Tambal
Cara Cuci Mobil dengan...
Cara Cuci Mobil dengan Cat Matte
Cara Mengurus Ganti...
Cara Mengurus Ganti Rugi Kendaraan Tertimpa Pohon
Ini Cara Print Bolak-Balik...
Ini Cara Print Bolak-Balik secara Otomatis dan Manual
Adobe Flash Player Dimatikan,...
Adobe Flash Player Dimatikan, Pengguna Diminta Segera Uninstall
Berita Terkini
Bukan Cuma Otomatisasi,...
Bukan Cuma Otomatisasi, Fitur AI Mekari Talenta Dorong HR Jadi Mitra Strategis Bisnis
2 hari yang lalu
Lewat Forum CorpU Association...
Lewat Forum CorpU Association Insight, Telkom Percepat Transformasi Talenta
2 hari yang lalu
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
3 hari yang lalu
Perkuat Jaringan di...
Perkuat Jaringan di Jatim, XLSMART Perluas 5G Blanket Coverage di 8 Kabupaten/Kota
4 hari yang lalu
Orang Kaya Misterius...
Orang Kaya Misterius Membeli Fosil Dinosaurus
5 hari yang lalu
5 Rekomendasi Laptop...
5 Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Kerja Kantoran di Tahun 2026
5 hari yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved