Google Kelabui Banyak Negara soal Pajak

Jum'at, 14 Oktober 2016 - 15:01 WIB
Google Kelabui Banyak...
Google Kelabui Banyak Negara soal Pajak
A A A
MALANG - Pengamat perpajakan dari Danny Darussalam Tax Center, Darussalam menyatakan Google selama ini mengelabui banyak negara soal perpajakan, dengan menggunakan skema perencanaan pajak internasional (international tax planning). Tingkah Google tersebut pun disebut tidak bermoral.

"Kalau kita bicara tax planning khususnya international tax planning, salah satu yang harus diingat adalah dia sudah wanti-wanti di awal, tolong jangan dikaitkan dengan moralitas dan etik. Secara naluri international tax planning itu sudah tidak bermoral," ujarnya, dalam acara Media Gathering DJP di Malang, Jumat (14/10/2016).

(Baca: Kejar Pajak Google Cs, Indonesia Bisa Tiru Kesadisan Machiavelli)

Dalam international tax planning, lanjut dia, pajak diibaratkan seperti air. Perusahaan pun akan mengalir di negara yang memberikan tarif pajak rendah ataupun memberikan banyak fasilitas pajak. Sama halnya dengan Google, yang mendirikan perusahaan di banyak negara yang menawarkan tarif dan fasilitas pajak menarik.

"Kenapa? Karena kita tahu pajak sama dengan tarif x basis pajak. Kalau tarif rendah dan basis pajak rendah maka pajak yang dibayar relatif kecil. Mereka ada kecenderungan mendirikan lokasi perusahaan di negara yang tarif pajaknya rendah dan banyak memberikan fasilitas pajak," imbuhnya.

(Baca: Pemerintah Bidik Pajak Penjualan dari Forum Online Rp15,6 Triliun)

Selain itu, kata Darussalam, dalam konsep international tax planning, pajak pun diterminologikan akan singgah dari satu negara ke negara lain. Tax planning pun tidak akan efektif jika tidak melewati beberapa negara.

"Tax planning akan jadi efektif ketika dia melalui beberapa negara. Jadi tidak mungkin tax planning efektif kalau hanya di satu negara. Dia perlu bantuan negara lain yang memberikan fasilitas untuk dapat lakukan tax planning," tandasnya.
(dmd)
Berita Terkait
Simak Strategi Pemasaran...
Simak Strategi Pemasaran Produk Menggunakan Google Ads
Sejumlah Negara Ini...
Sejumlah Negara Ini Berhasil Intervensi Siaran Berbasis Internet
Rodalink Buka Kanal...
Rodalink Buka Kanal Penjualan Online untuk Mudahkan Konsumen
Google Bakal Bayar Konten...
Google Bakal Bayar Konten Berita Media Jerman Rp56 Miliar per Tahun
Google Bayar Berita...
Google Bayar Berita Milik Media Australia Rp2,1 Miliar-21,1 Miliar
Google Bersedia Membayar...
Google Bersedia Membayar Konten Berita kepada Media Massa
Berita Terkini
Meta Hadirkan Kembali...
Meta Hadirkan Kembali Facebook Creator Studio Berbasis AI
52 menit yang lalu
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
22 jam yang lalu
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
1 hari yang lalu
Korea Selatan Izinkan...
Korea Selatan Izinkan Robot AI Otonom untuk Memeriksa Pesawat Terbang
1 hari yang lalu
Telkom Pacu Pertumbuhan...
Telkom Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui Penguatan Tata Kelola Korporasi dan Kapabilitas Manajerial
1 hari yang lalu
Tak Perlu Ganti SIM...
Tak Perlu Ganti SIM Card saat Liburan ke Luar Negeri, Ini Caranya
2 hari yang lalu
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved