Operator Harus Berani Bangun Jaringan Hingga Pelosok

Senin, 05 September 2016 - 15:19 WIB
Operator Harus Berani...
Operator Harus Berani Bangun Jaringan Hingga Pelosok
A A A
JAKARTA - Pembangunan infrastruktur di kawasan terpencil dirasa sangat penting untuk menjamin kebutuhan komunikasi masyarakat Indonesia. Faktanya, saat ini masih banyak sekali penduduk di pelosok yang belum terjangkau jaringan operator telekomunikasi.

Nah, siapa yang harus menyediakan telekomunikasi untuk warga di pelosok? Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara Rudiantara mengatakan, pembangunan infrastruktur telekomunikasi untuk daerah terluar diselenggarakan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui Kementerian BUMN.

Artinya, bukan kewenangan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mewajibkan PT Telekomunikasi Indonesia membangun infrastruktur telekomunikasi daerah terluar.

"Saya tidak pernah mewajibkan Telkom untuk membangun di daerah pelosok," ungkapnya. Hal itu disampaikan Rudiantara terkait polemik Revisi PP 52 dan 53 tahun 2000 tentang rencana penurunan tarif interkoneksi.

Namun, pernyataan tersebut memicu sejumlah kritikan. Salah satunya dari Wakil Ketua Desk Ketahanan dan Keamanan Cyber Nasional Prakoso. Menurutnya, sesuai Rencana Pitalebar Indonesia 2014-2019, pemerintah berencana untuk membangun Konektivitas Nasional yang merupakan bagian dari dari konektivitas global agar pelayanan dasar telekomunikasi dapat dinikmati oleh masyarakat di daerah tertinggal, terpencil dan perbatasan dalam rangka pemerataan pembangunan.

"Menkominfo seharusnya berani memaksa para operator membangun di daerah terpencil dan perbatasan, agar tidak terlihat berpihak kepada operator asing serta mendukung program Nawa Cita Presiden Joko Widodo. Selama operator telekomunikasi yang mayoritas sahamnya dimiliki asing tak mau membangun di daerah remote dan terpencil," terang Prakoso.

Ia berharap agar seluruh operator mau membangun di daerah yang menguntungkan saja tetapi juga di daerah terpencil yang selama ini tidak menguntungkan.
(dol)
Berita Terkait
KNPI Desak Pemerintah...
KNPI Desak Pemerintah Revisi PP 52 dan 53 Agar Komunikasi Merata di Masa Pandemi
Heboh Kebocoran 1,3...
Heboh Kebocoran 1,3 Miliar Data Pendaftar Kartu SIM, ATSI: Tidak Ada Akses Ilegal
Jaga Kedaulatan, DPR...
Jaga Kedaulatan, DPR Minta Menkominfo Jangan Mau Ditakut-takuti OTT Asing
Operator Telekomunikasi...
Operator Telekomunikasi Pastikan Kebijakan IMEI Tak Ganggu Pelanggan
Kewajiban Kerja Sama...
Kewajiban Kerja Sama OTT Datangkan Investasi di Indonesia
Langkah FMC Dinilai...
Langkah FMC Dinilai Akan Ciptakan Banyak Peluang Baru
Berita Terkini
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
1 jam yang lalu
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
2 jam yang lalu
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
7 jam yang lalu
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
7 jam yang lalu
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
8 jam yang lalu
Mengapa Indonesia Mendadak...
Mengapa Indonesia Mendadak Jadi Kiblat Baru ChatGPT Images 2.0?
8 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved