Pemerintah Masih Bisa Akses Informasi WhatsApp

Kamis, 07 April 2016 - 12:41 WIB
Pemerintah Masih Bisa...
Pemerintah Masih Bisa Akses Informasi WhatsApp
A A A
JAKARTA - WhatsApp baru saja mengeluarkan fitur terbarunya. Layanan instant messaging yang dimiliki oleh Facebook ini menerapkan enkripsi yang melindungi percakapan antar pengguna. Enkripsi memang sedang menjadi tren dalam setahun terakhir, terutama setelah banyaknya peristiwa peretasan menyerang korporasi multinasional.

Dari penjelasan resmi, pesan antara pengguna WhatsApp terlindungi dengan protokol enkripsi end-to-end. Fitur ini berfungsi agar pesan tidak bisa dibaca maupun disadap oleh pihak ketiga dan bahkan tidak bisa dibaca oleh WhatsApp sendiri. Pesan tersebut hanya bisa dibaca oleh penerima yang dituju, termasuk layanan telepon, gambar, video, pesan suara.

Dalam keterangan persnya Kamis (7/4/2016) Pratama Persadha, Chairman lembaga riset keamanan cyber CISSReC (Communication and Information System Security Research Center), menyatakan walaupun WhatsApp sudah dilengkapi dengan enkripsi, bukan berarti komunikasi pengguna sudah betul-betul aman. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

“Enkripsi apa yang digunakan oleh WhatsApp ini? Apakah pertukaran kuncinya masih bersifat plain atau tidak. Perlu diperhatikan juga ada potensi man in the middle attack yang tetap bisa mencuri informasi,” ujar Pratama.

Dijelaskan olehnya akan lebih baik lagi jika menggunakan algoritma enkripsi yang sudah dibuat atau dikembangkan sendiri. Kalaupun memang menggunakan algoritma enkripsi open source, sebaiknya diubah lagi untuk memperkuatnya.

“Karena man in the middle attack ini tidak hanya mencuri informasi, tetapi juga dapat menimbulkan kerugian melalui manipulasi data,” tambahnya.

Pratama menambahkan server WhatsApp yang berada di Amerika Serikat juga patut menjadi pertimbangan. Mengingat National Security Agency (NSA), lembaga intelijen Amerika Serikat, memiliki kemampuan untuk membuka semua “kunci” enkripsi.

“Data backup-nya juga aman atau tidak. Karena secara default layanan backup yang digunakan oleh WhatsApp adalah Google Drive yang masih bisa diakses pemerintah manapun dengan permintaan khusus. Berbeda dengan aplikasi serupa yang punya standar keamanan dan militer tingkat tinggi," terangnya.

Hal ini menurut Pratama menjadikan kita tak perlu khawatir berlebihan Whatsapp akan digunakan untuk tindak kejahatan seperti terorisme.

"Seperti kasus enkripsi pada iPhone, pada akhirnya pemerintah bisa memaksa Apple membuka lewat jalur hukum maupun melakukan dekripsi karena memang memungkingkan," jelas mantan pejabat Lembaga Sandi Negara ini.

Di samping semua hal tersebut, langkah ini patut diapresiasi mengingat WhatsApp adalah instant messaging yang menggratiskan layanannya. Enkripsi ini melindungi komunikasi lebih dari 1 miliar pengguna WhatsApp di seluruh dunia dari pencurian informasi.

Enkripsi sendiri mulai diterapkan di banyak model teknologi. Semakin besarnya ketergantungan manusia akan internet, juga membuka peluang serangan penjahat cyber lebih besar. Karena itu enkripsi digunakan untuk mengamankan data, jaringan dan komunikasi. Di tanah air sendiri enkripsi sudah dikemabngkan oleh Lembaga Sandi Negara dan beberapa perusahaan security anak bangsa.
(dol)
Berita Terkait
Tidak Hanya di Indonesia,...
Tidak Hanya di Indonesia, WhatsApp juga Eror di Berbagai Negara
5 Tips Agar WhatsApp...
5 Tips Agar WhatsApp (WA) Kamu Tidak Mudah Disadap
Ini Cara Agar Tidak...
Ini Cara Agar Tidak Dimasukkan ke Grup WhatsApp Tanpa Izin
Bisa Buat Akun WhatsApp...
Bisa Buat Akun WhatsApp Terblokir, Jangan Download Aplikasi Ini
10 Fitur Rahasia WhatsApp...
10 Fitur Rahasia WhatsApp yang Jarang Diketahui
Cara Bikin WA Terlihat...
Cara Bikin WA Terlihat Offline Padahal Sedang Online, Tanpa Ribet
Berita Terkini
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
1 jam yang lalu
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
1 jam yang lalu
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
1 jam yang lalu
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
1 jam yang lalu
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
2 jam yang lalu
Tragedi Bitcoin: Rp72...
Tragedi Bitcoin: Rp72 Triliun Hangus Terseret Tren Terburuk Sejak Agustus!
4 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved