LG Optimistis Penjualan Elektronik Tahun Ini Bergairah
Sabtu, 30 Januari 2016 - 00:02 WIB
LG Optimistis Penjualan Elektronik Tahun Ini Bergairah
A
A
A
SEMARANG - LG Electronic menargetkan dapat peningkatan penjualan elektronik sebesar 5-10% dari pencapaian 2015. Mereka optimistis penjualan di Kota Semarang dan sekitarnya kembali bergairah.
Branch Manager LG Electronic Semarang, Tony Suhartono menuturkan, 2015 adalah masa sulit untuk penjualan elektronik. Bahkan, penjualan LG sepanjang tahun lalu mengalami penurunan 20% dari target yang telah ditetapkan.
Untuk tahun ini, kata Tony, pihaknya optimistis penjualan elektronik akan mengalami peningkatan. Hal itu seiring dengan upaya pemerintah menggenjot pertumbuhan ekonomi melalui berbagai paket kebijakan.
Selain itu, proyek pembangunan infrasturktur yang sudah berjalan diharapkan juga bisa mendorong penjualan elektronik.
“Kami optimis, kondisi pasar elektronik di 2016 akan tumbuh, khusunya pada produk televisi. Konsumen kelas menengah mulai beralih menggunakan TV LED ukuran 32 inch ke atas dibanding TV tabung maupun LED seri kecil,” ujarnya, Jumat (29/1/2016).
Dia mengatakan, perbaikan pejualan pada 2016 sudah terlihat sejak awal tahun ini. Di mana sejumlah produk seperti televisi, Air Conditionir (AC) sempat mengalami kelangkaan dikarenakan permintaan yang cukup tinggi.
“Proyek-proyek pembangunan gedung, perumahan, hotel maupun perkantor mendorong pertumbuhan pejualan khususnya AC. Bahkan kami sempat kewalahan memenuhi permintaan,” katanya.
Menurut Tony, selaian sudah mulai membaikan kondisi ekonomi, kestabilan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) juga memberikan andil. Bila nilai tukar rupiah stabil, banyak kalangan tidak ragu membeli perangkat elektronik.
Sementara itu, Direktur Atlanta Electronics, Santoso Kurniadi mengakui, penjualan elektronik sudah menunjukkan peningkatan sejak akhir tahun hingga awal tahun ini.
“Sejak awal 2016 penjualan elektronik meningkat sekitar 20-30%. Hal ini karena didorong proyek pembangunan infrasutruktur yang sempat mandek di tahun sebelumnya,” ujar Santoso.
Dia mengatakan, sektor corporate memberikan kontribusi besar terhadap penjualan elektronik. “Akibat percepatan proyek pembangunan infrastruktur, baik dari pemerintah maupun pihak swasta, kontribusi sektor corporate di Atlanta electronics miningkat lebih dari 10%,” ungkapnya.
Branch Manager LG Electronic Semarang, Tony Suhartono menuturkan, 2015 adalah masa sulit untuk penjualan elektronik. Bahkan, penjualan LG sepanjang tahun lalu mengalami penurunan 20% dari target yang telah ditetapkan.
Untuk tahun ini, kata Tony, pihaknya optimistis penjualan elektronik akan mengalami peningkatan. Hal itu seiring dengan upaya pemerintah menggenjot pertumbuhan ekonomi melalui berbagai paket kebijakan.
Selain itu, proyek pembangunan infrasturktur yang sudah berjalan diharapkan juga bisa mendorong penjualan elektronik.
“Kami optimis, kondisi pasar elektronik di 2016 akan tumbuh, khusunya pada produk televisi. Konsumen kelas menengah mulai beralih menggunakan TV LED ukuran 32 inch ke atas dibanding TV tabung maupun LED seri kecil,” ujarnya, Jumat (29/1/2016).
Dia mengatakan, perbaikan pejualan pada 2016 sudah terlihat sejak awal tahun ini. Di mana sejumlah produk seperti televisi, Air Conditionir (AC) sempat mengalami kelangkaan dikarenakan permintaan yang cukup tinggi.
“Proyek-proyek pembangunan gedung, perumahan, hotel maupun perkantor mendorong pertumbuhan pejualan khususnya AC. Bahkan kami sempat kewalahan memenuhi permintaan,” katanya.
Menurut Tony, selaian sudah mulai membaikan kondisi ekonomi, kestabilan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) juga memberikan andil. Bila nilai tukar rupiah stabil, banyak kalangan tidak ragu membeli perangkat elektronik.
Sementara itu, Direktur Atlanta Electronics, Santoso Kurniadi mengakui, penjualan elektronik sudah menunjukkan peningkatan sejak akhir tahun hingga awal tahun ini.
“Sejak awal 2016 penjualan elektronik meningkat sekitar 20-30%. Hal ini karena didorong proyek pembangunan infrasutruktur yang sempat mandek di tahun sebelumnya,” ujar Santoso.
Dia mengatakan, sektor corporate memberikan kontribusi besar terhadap penjualan elektronik. “Akibat percepatan proyek pembangunan infrastruktur, baik dari pemerintah maupun pihak swasta, kontribusi sektor corporate di Atlanta electronics miningkat lebih dari 10%,” ungkapnya.
(dmd)