Berkembang Pesat, Online Shop di RI Masih Perlu Dibenahi

Minggu, 13 Desember 2015 - 14:09 WIB
Berkembang Pesat, Online...
Berkembang Pesat, Online Shop di RI Masih Perlu Dibenahi
A A A
JAKARTA - Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia Daniel Tumiwa mengatakan, perkembangan online shop atau belanja online di Indonesia sangat baik. Apalagi, industri e-commerce berkembang cukup signifikan dari tahun ke tahun yang mencapai angka 300%-400%.

"Tentunya perkembangan ini didukung oleh penetrasi mobile phone, internet connection," kata dia kepada Koran Sindo, kemarin.

Namun, masih ada yang perlu dibenahi agar konsumen merasa nyaman apalagi bertransaksi dengan menggunaka online shop, seperti sistem pembayaran dan logistik harus ditingkatkan.

"Ini adalah channel distribusi yang paling efektif dan efisien. Seluruh pebisnis seharusnya layak memiliki strategi e-commerce masing masing karena biaya distribusi jauh lebih kecil dan tentu saja dapat menjangkau seluruh konsumen," jelas dia.

Menurutnya, transaksi e-commerce berpotensi semakin meningkat bila masyarakat yang berbelanja via social media beralih ke situs e-commerce.

Karena itu, ke depan akan dibutuhkan situs situs yang dilengkapi bahasa internasional karena kebutuhan masyarakat dari berbagai penjuru dunia. "Tahun ini bisnis e-commerce masih tumbuh dan tahun depan pertumbuhan akan semakin signifikan," papar dia.

Sementara, Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) pada 10-12 Desember tahun ini semakin marak dan lengkap. Financial product e-commerce seperti Cermati.com, pun turut memeriahkan Harbolnas 2015.

Co-Founder Cermati.com Andhy Koesnandar mengatakan, Harbolnas akan menjadi event terbesar untuk online shopper dan e-commerce Indonesia tahun ini.

Namun, masih terdapat tantangan e-commerce di Indonesia, salah satunya metode pembayaran. Menurut dia, masyarakat Indonesia masih lebih suka melakukan pembayaran melalui metode manual seperti bank transfer.

"Untuk e-commerce Indonesia tercatat pembayaran bank transfer memiliki volume tinggi, tetapi juga memberikan tantangan lainnya yakni kecepatan proses," ujarnya.

Sementara bagi konsumen, pembayaran menggunakan kartu kredit justru memberikan kemudahan, seperti program cicilan 0% dan belanja online lebih praktis.

"Maka dari itu, kami mendukung Harbolnas 2015 dengan membagikan voucher belanja untuk setiap pengajuan kartu kredit dan KTA yang disetujui melalui Cermati.com," tukas Andhy.
(izz)
Berita Terkait
Subsidi Ongkos Kirim...
Subsidi Ongkos Kirim E-Commerce dari Pemerintah Batal
Sambut Harbolnas. Akulaku...
Sambut Harbolnas. Akulaku PayLater Gandeng Semua E-commerce
Kebutuhan Belanja Masyarakat...
Kebutuhan Belanja Masyarakat Lewat Online Kian Masif
Platform Belanja Online...
Platform Belanja Online PGMall Memperluas Pangsa Pasar Internasional
Riset IPSOS: Shopee...
Riset IPSOS: Shopee Raih Peringkat Pertama di Indikator Tingkat Kepuasan Pengguna E-Commerce
Belanja Online Jadi...
Belanja Online Jadi Gaya Hidup, E-Commerce Diyakini AkanTetap Tumbuh
Berita Terkini
Google Hentikan Dukungan...
Google Hentikan Dukungan YouTube untuk Smartphone Jadul
2 jam yang lalu
Waspadai Heat Stroke,...
Waspadai Heat Stroke, Jakarta Bakal Terasa Jauh Lebih Gerah hingga Akhir September 2026
6 jam yang lalu
Apple Siap Kenalkan...
Apple Siap Kenalkan Kacamata Pintar Terbaru di WWDC 2027
6 jam yang lalu
Dukung Vokasi, LG Hadirkan...
Dukung Vokasi, LG Hadirkan Kelas Multimedia Modern di SMKN 2 Tangerang Selatan
8 jam yang lalu
Nothing Ear (3a): Berani...
Nothing Ear (3a): Berani Beda di Pasar yang Menghukum Merek Asing
8 jam yang lalu
Facebook Menguji Tampilan...
Facebook Menguji Tampilan Video Layar Penuh Mirip TikTok
1 hari yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved