Penjualan Elektronik Diprediksi Meningkat di Akhir Tahun
Sabtu, 31 Oktober 2015 - 02:50 WIB
Penjualan Elektronik Diprediksi Meningkat di Akhir Tahun
A
A
A
SEMARANG - Kalangan industri ritel optimis penjualan perangkat elektronik akhir tahun ini meningkat. Managing Director Superstore Global Elektronik Semarang, Gouw Andy Siswanto mengatakan, berdasarkan pengalaman penjualan elektronik, pada akhir tahun selalu ada peningkatan.
Selain itu kata Dia, peningkatan penjualan juga sudah terindikasi dari penjualan di Oktober, dimana penjualan pendingin udara (air conditioner/AC), air cooler, air purifier, kipas angin dan exhaust fan sudah meningkat 18 %.
“Kami memperkirakan, penjualan pada November untuk produk seperti audio-video, digital appliances dan small appliances akan meningkat signifikan. Banyak keluarga mulai perbarui perangkat elektronik di rumah, kantor dan tempat usaha dalam rangka menyambut Hari Natal dan Tahun Baru 2016,” katanya.
Dengan indikasi tersebut, peritel mengharapkan rupiah tidak anjlok lagi. Bila rupiah semakin anjlok terhadap valuta asing, pasar akan kembali lesu. “Industri elektronik hingga kini 60-70% komponennya masih tergantung import, sehingga akan mempengaruhi harga dasar,” ujarnya.
Dia menjelaskan untuk mensiasati dan makin meningkatkan daya beli, Manajemen Global Elektronik menggelar Semarang Morning Sale (SMS) 2015, yang akan dilakukan pada Minggu (1/11).
Harwiyono, ketua harian pelaksana pameran mengatakan, selama gelar SMS diharapkan penjualan lebih meningkat. Hal ini, dikarenakan SMS semakin menginspirasi konsumen elektronik di Semarang.
“Sebagai iconnya pameran di kota Semarang, manajemen Superstore Global Elektronik Semarang aktif ber-kolaborasi dengan pabrik elektronik merek Samsung, Sony, Toshiba Glacio, TCL dan AC Daikin yang didukung 11 perbankan dan leasing,” katanya.
Selain itu kata Dia, peningkatan penjualan juga sudah terindikasi dari penjualan di Oktober, dimana penjualan pendingin udara (air conditioner/AC), air cooler, air purifier, kipas angin dan exhaust fan sudah meningkat 18 %.
“Kami memperkirakan, penjualan pada November untuk produk seperti audio-video, digital appliances dan small appliances akan meningkat signifikan. Banyak keluarga mulai perbarui perangkat elektronik di rumah, kantor dan tempat usaha dalam rangka menyambut Hari Natal dan Tahun Baru 2016,” katanya.
Dengan indikasi tersebut, peritel mengharapkan rupiah tidak anjlok lagi. Bila rupiah semakin anjlok terhadap valuta asing, pasar akan kembali lesu. “Industri elektronik hingga kini 60-70% komponennya masih tergantung import, sehingga akan mempengaruhi harga dasar,” ujarnya.
Dia menjelaskan untuk mensiasati dan makin meningkatkan daya beli, Manajemen Global Elektronik menggelar Semarang Morning Sale (SMS) 2015, yang akan dilakukan pada Minggu (1/11).
Harwiyono, ketua harian pelaksana pameran mengatakan, selama gelar SMS diharapkan penjualan lebih meningkat. Hal ini, dikarenakan SMS semakin menginspirasi konsumen elektronik di Semarang.
“Sebagai iconnya pameran di kota Semarang, manajemen Superstore Global Elektronik Semarang aktif ber-kolaborasi dengan pabrik elektronik merek Samsung, Sony, Toshiba Glacio, TCL dan AC Daikin yang didukung 11 perbankan dan leasing,” katanya.
(dol)