Tarif Interkoneksi Antar Operator Mahal Bikin Inefisiensi

Minggu, 12 Juli 2015 - 09:58 WIB
Tarif Interkoneksi Antar...
Tarif Interkoneksi Antar Operator Mahal Bikin Inefisiensi
A A A
JAKARTA - Tarif interkoneksi di Indonesia saat ini sangat mahal. Berdasarkan penelusuran IDTUG, biaya terminasi lokal antar seluler adalah sebesar Rp250 per menit, sedangkan biaya terminasi jarak jauh sebesar Rp452 per menit.

"Hal ini jelas tidak masuk akal jika dibandingkan dengan tarif on-net operator," ujar Ketua Umu IDTUG, Nurul Yakin Setyabudi. Dia menjelaskan, interkoneksi sudah pasti menggunakan jaringan yang lebih sedikit dibandingkan on-net.

Hal ini karena operator hanya perlu mengantarkan panggilan dari titik bertemunya interkoneksi antar operator sampai ke nomor yang dipanggil, sedangkan untuk panggilan on-net dari nomor pemanggil sampai nomor penerima panggilan.

"Mahalnya tarif interkoneksi antar operator pada akhirnya sangat membebani pengguna, karena beban interkoneksi akan ditanggung oleh pengguna melalui tarif off-net yang mahal," ucap Nurul.

Mahalnya tarif off-net dan murahnya tarif on-net menyebabkan tingginya churn rate di masing-masing operator. Belum lagi ketidakefisienan dari pengguna karena pengguna akan cenderung menggunakan lebih dari satu nomor handphone.

Ini juga mengakibatkan tidak efisiennya penggunaan nomor, padahal kita tahu nomor adalah resources yang terbatas. "Kami berharap, apabila biaya interkoneksi bisa lebih murah, akan menjadi “domino effect” ke semua sendi kehidupan," ujarnya lagi.

Efisiensi akan terjadi dimana-mana, seperti berkurangnya penggunaaan nomor handphone lebih dari satu. Dan menurunnya churn rate pada masing-
masing operator.

"Jika operator dapat lebih efisien, maka diharapkan juga akan dapat mempercepat pemerataan pembangunan fasilitas telekomunikasi, sehingga pilihan bagi pengguna akan semakin beragam," papar Nurul.

Dia menuturkan, IDTUG meminta pemerintah dalam hal ini Kominfo, untuk segera melakukan review terhadap tarif interkoneksi, agar in-efisiensi ini bisa dikurangi dan tarif off-net bisa turun sehingga masyarakat pengguna mendapatkan layanan yang baik dan memadai dengan harga yang terjangkau.

"Diharapkan regulasi yang baru nantinya akan menjadikan tonggak sejarah baru dalam tarif telekomunikasi di Indonesia. Tarif off-net turun, sehingga pelanggan akan menikmati tarif yang lebih murah," pungkasnya.
(dyt)
Berita Terkait
Jangkau Semua Wilayah...
Jangkau Semua Wilayah di Indonesia, SPL dan Protelindo Siapkan Teknologi HAPS
Edgepoint Bangun 15.000...
Edgepoint Bangun 15.000 Menara Telekomunikasi di Malaysia, Indonesia, Filipina
Hampir 100% Operasional...
Hampir 100% Operasional Telkomsel Dikendalikan dari Rumah
HUT ke-25 Tahun, Telkomsel...
HUT ke-25 Tahun, Telkomsel Melayani Masyarakat untuk Kemajuan Indonesia
Kualitas Infrastruktur...
Kualitas Infrastruktur Jaringan Telekomunikasi selama Mudik 2023 Terjaga
Tawarkan Layanan Data...
Tawarkan Layanan Data 'Bebas Khawatir', Benarkah akan Ada Operator Baru?
Berita Terkini
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
18 jam yang lalu
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
1 hari yang lalu
Korea Selatan Izinkan...
Korea Selatan Izinkan Robot AI Otonom untuk Memeriksa Pesawat Terbang
1 hari yang lalu
Telkom Pacu Pertumbuhan...
Telkom Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui Penguatan Tata Kelola Korporasi dan Kapabilitas Manajerial
1 hari yang lalu
Tak Perlu Ganti SIM...
Tak Perlu Ganti SIM Card saat Liburan ke Luar Negeri, Ini Caranya
2 hari yang lalu
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
2 hari yang lalu
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved