Muncul Kawah Vulkanik di Bawah Pulau Santorini, Dikhawatirkan Picu Letusan Besar
Senin, 16 Januari 2023 - 20:08 WIB
loading...
A
A
A
Untuk mempelajari mekanikan bagian dalam gunung Kolumbo para ilmuwan menggunakan metode yang disebut inversi bentuk gelombang penuh. Teknik ini menggunakan gelombang seismik yang diproduksi secara artifisial untuk membuat gambar beresolusi tinggi yang menunjukkan seberapa kaku atau lunaknya batuan bawah tanah.
“Inversi bentuk gelombang penuh mirip dengan ultrasound medis. Ini menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar struktur bawah tanah gunung berapi,” kata Michele Paulatto, ahli vulkanologi di Imperial College London dikutip dari laman Live Science, Senin (16/1/2023).
Saat berada di kapal pesiar penelitian yang berlayar di dekat gunung berapi, para ilmuwan menembakkan senapan yang menghasilkan gelombang seismik di tanah di bawahnya. Gelombang seismik tersebut diukur oleh monitor di dasar laut.
Baca juga; Misteri Kawah Gunung Berapi Superbesar di Bawah Alaska Bikin Penasaran Para Ilmuwan
Data dari rekaman seismik menunjukkan penurunan kecepatan yang signifikan di bawah gunung berapi, menunjukkan adanya ruang magma, bukan hanya batuan padat. Perhitungan lebih lanjut mengungkapkan bahwa ruang magma telah tumbuh dengan kecepatan 141 juta kaki kubik atau 4 juta meter kubik per tahun sejak letusan Gunung Kolumbo pada tahun 1650.
“Inversi bentuk gelombang penuh mirip dengan ultrasound medis. Ini menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar struktur bawah tanah gunung berapi,” kata Michele Paulatto, ahli vulkanologi di Imperial College London dikutip dari laman Live Science, Senin (16/1/2023).
Saat berada di kapal pesiar penelitian yang berlayar di dekat gunung berapi, para ilmuwan menembakkan senapan yang menghasilkan gelombang seismik di tanah di bawahnya. Gelombang seismik tersebut diukur oleh monitor di dasar laut.
Baca juga; Misteri Kawah Gunung Berapi Superbesar di Bawah Alaska Bikin Penasaran Para Ilmuwan
Data dari rekaman seismik menunjukkan penurunan kecepatan yang signifikan di bawah gunung berapi, menunjukkan adanya ruang magma, bukan hanya batuan padat. Perhitungan lebih lanjut mengungkapkan bahwa ruang magma telah tumbuh dengan kecepatan 141 juta kaki kubik atau 4 juta meter kubik per tahun sejak letusan Gunung Kolumbo pada tahun 1650.
Lihat Juga :