Situs Suku Maya yang Tersembunyi di Bawah Hutan Guatemala Terungkap Berkat Teknologi Lidar
Kamis, 12 Januari 2023 - 23:06 WIB
loading...
A
A
A
Dataran tinggi menyediakan sumber batu kapur, bahan bangunan utama, dan lahan kering untuk hidup. Dataran rendah sebagian besar merupakan rawa musiman atau bajo, yang menyediakan ruang untuk pertanian lahan basah serta tanah yang kaya organik untuk digunakan dalam pertanian terasering.
Baca juga; Kiamat Versi Kalender Suku Maya Tenyata Cuma Salah Hitungan
Para peneliti sebelumnya telah menggunakan lidar untuk memindai situs Maya di Guatemala. Pada tahun 2015, sebuah prakarsa bernama Mirador Basin Project melakukan dua survei skala besar di bagian selatan cekungan, dengan fokus pada kota kuno El Mirador. Proyek itu mengarah pada pemetaan 658 mil persegi atau 1.703 km persegi bagian negara ini.
![Situs Suku Maya yang Tersembunyi di Bawah Hutan Guatemala Terungkap Berkat Teknologi Lidar]()
“Ketika saya membuat model pertama dari kota kuno El Mirador, saya terpesona. Sangat menarik untuk mengamati untuk pertama kalinya sejumlah besar waduk, piramida monumental, teras, area pemukiman, dan gundukan kecil,” kata Morales-Aguilar.
Para peneliti berharap teknologi lidar akan membantu mereka menjelajahi bagian Guatemala yang tetap menjadi misteri selama berabad-abad. “Lidar telah menjadi revolusioner untuk arkeologi di daerah ini, terutama jika tertutup hutan tropis di mana jarak pandang terbatas,” ucap Marcello Canuto, Direktur Institut Riset Amerika Tengah di Universitas Tulane.
Baca juga; Kiamat Versi Kalender Suku Maya Tenyata Cuma Salah Hitungan
Para peneliti sebelumnya telah menggunakan lidar untuk memindai situs Maya di Guatemala. Pada tahun 2015, sebuah prakarsa bernama Mirador Basin Project melakukan dua survei skala besar di bagian selatan cekungan, dengan fokus pada kota kuno El Mirador. Proyek itu mengarah pada pemetaan 658 mil persegi atau 1.703 km persegi bagian negara ini.

“Ketika saya membuat model pertama dari kota kuno El Mirador, saya terpesona. Sangat menarik untuk mengamati untuk pertama kalinya sejumlah besar waduk, piramida monumental, teras, area pemukiman, dan gundukan kecil,” kata Morales-Aguilar.
Para peneliti berharap teknologi lidar akan membantu mereka menjelajahi bagian Guatemala yang tetap menjadi misteri selama berabad-abad. “Lidar telah menjadi revolusioner untuk arkeologi di daerah ini, terutama jika tertutup hutan tropis di mana jarak pandang terbatas,” ucap Marcello Canuto, Direktur Institut Riset Amerika Tengah di Universitas Tulane.
(wib)
Lihat Juga :