Ini 2 Gurun Terpanas dan Terdingin yang Paling Luas di Dunia, Ukurannya Melebihi Negara AS dan China

Senin, 02 Januari 2023 - 14:21 WIB
loading...
Ini 2 Gurun Terpanas...
Dengan luas 14,2 juta kilometer persegi atau 5,5 juta mil persegi, Antartika adalah gurun terbesar di dunia. Foto/Live Science
A A A
PARIS - Gurun dapat mengambil berbagai bentuk, mulai dari bentangan luas pasir yang menghanguskan hingga lapisan es yang sangat besar. Gurun Sahara merupakan gurun terpanas paling luas dan Antartika menjadi gurun paling dingin di dunia.

Menurut Jonathan Wille, ahli meteorologi dan klimatologi Antartika di Universitas Grenoble di Prancis, wilayah mana pun yang memiliki curah hujan kurang dari 9,8 inci atau 25 sentimeter per tahun memenuhi syarat sebagai gurun.

“Beberapa wilayah Antartika, seperti McMurdo Dry Valleys, diyakini tidak menerima curah hujan apa pun dalam 14 juta tahun,” kata Wille dikutip SINDOnews dari laman Live Science, Senin (2/1/2022).

Baca juga; 4 Alasan Pesawat Tidak Terbang di Antartika

Wille, yang memimpin studi tahun 2021 di jurnal JGR Atmospheres mengamati curah hujan Antartika, menganggap gurun beku ini sering diabaikan. Kurangnya curah hujan yang luar biasa ini sebagian besar disebabkan oleh suhu dingin, pegunungan terdekat yang menghalangi awan, dan angin kencang yang menyedot kelembapan dari udara.

“Padahal dengan luas 14,2 juta kilometer persegi atau 5,5 juta mil persegi, Antartika adalah gurun terbesar di dunia,” kata Wille. Luas Antartika setara menggabungkan wilayah negara Amerika Serikat (9,834 juta km persegi) dan Australia (7,692 juta km persegi), sehingga memenuhi syarat sebagai gurun dingin terbesar di Bumi.

Menurut para ilmuwan yang merupakan bagian dari proyek LTER (Penelitian Ekologi Jangka Panjang) National Science Foundation di Antartika, Lembah Kering McMurdo tidak memiliki salju atau es kecuali beberapa danau yang tertutup es secara permanen. Tapi itu tidak sepenuhnya tak berpenghuni, ada mikroba dan lumut.

Sedangkan untuk gurun terpanas, adalah Gurun Sahara yang membentang di Afrika bagian utara seluasnya 3,55 juta mil persegi atau 9,2 juta km persegi. Cakupan wilayahnya setara dengan luas daratan Negara China yang mencapai 9,597 juta km persegi.

Baca juga; Dikenal Sebagai Gurun Pasir Terpanas dan Terbesar, Ini Satwa yang Hidup di Sahara

Menurut Andre Vicente Liz, seorang kandidat doktor di University of Porto, gurun Sahara mengungkapkan berbagai fitur geografis dan bentuk kehidupan. Bentang alam Sahara yang beragam tidak hanya mencakup bukit pasirnya yang terkenal, tetapi juga medan bebatuan, dataran garam, pegunungan, dan sabana yang bahkan mungkin memiliki air.
Ini 2 Gurun Terpanas dan Terdingin yang Paling Luas di Dunia, Ukurannya Melebihi Negara AS dan China


“Sahara menyajikan karakteristik geografis yang jelas yang sebagian besar bertentangan dengan persepsi yang ada, terutama lanskap yang sangat beragam,” kata Liz.

Ada beberapa area, seperti kolam batu yang dikenal sebagai "gueltas", di mana keanekaragaman hayati sangat tinggi. Area ini berfungsi sebagai tempat berlindung bagi spesies yang harus meninggalkan habitatnya karena perubahan cuaca yang tiba-tiba dan tidak dapat ditolerir.

“Kawasan ini dikenal sebagai 'refugia' keanekaragaman hayati dan sangat menarik untuk perencanaan konservasi dalam konteks darurat iklim saat ini. Di mana mereka dapat memainkan peran kunci sebagai penyangga iklim,” tutur Liz.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Suhu Air Laut Meningkat,...
Suhu Air Laut Meningkat, Ahli Prediksi El Nino Super Bakal Terjadi
Pulau Misterius Ditemukan...
Pulau Misterius Ditemukan di Zona Berbahaya Antartika
Manusia Memperlambat...
Manusia Memperlambat Putaran Rotasi Bumi, Ini Buktinya
ESA Menyelidiki Bola...
ESA Menyelidiki Bola Api Misterius yang Menerangi Langit Eropa
Gerhana Bulan Merah...
Gerhana Bulan Merah Mewarnai Langit Indonesia Malam Ini
Bukan Pelangi Biasa,...
Bukan Pelangi Biasa, Ini Fakta Awan Warna-Warni di Jonggol Menurut Ahli IPB
Fenomena Awan Pelangi...
Fenomena Awan Pelangi Muncul di Langit Jonggol, BMKG: Berkaitan dengan Optik Atmosfer
Gerhana Bulan Total...
Gerhana Bulan Total Hari Ini, Catat Waktunya!
Rekomendasi
Timnas Indonesia Gagal...
Timnas Indonesia Gagal ke Final Piala AFF U-19 Usai Dikalahkan Australia
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
Berita Terkini
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved