Hati-hati Sindrom Harapan Palsu di Resolusi Tahun Baru
Minggu, 01 Januari 2023 - 12:30 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga : Sejarah Bus ALS yang Bisa Bikin Penggunanya Jadi Saudara
Adanya sindrom harapan palsu bukan membuat orang tidak boleh memiliki resolusi. Hanya saja menurut Mark Griffiths yang paling penting adalah realistis.
Resolusi yang dibuat harus realistis agar dapat dipertahankan dan dilakukan dengna praktis. "Salah satu cara termudah untuk menggagalkan resolusi adalah kebanyakan resolusi," jelasnya.
Dia juga menyarankan untuk melakukan perubahan tidak harus dilakukan saat penggantian tahun baru. Perubahan bisa dilakukan kapan saja. "Hanya saja perlu diingat orang yang membuat resolusi di tahun baru sepuluh kali lebih berhasil mencapai harapan yang mereka buat ketimbang mereka yang tidak bikin resolusi," tegasnya.
Adanya sindrom harapan palsu bukan membuat orang tidak boleh memiliki resolusi. Hanya saja menurut Mark Griffiths yang paling penting adalah realistis.
Resolusi yang dibuat harus realistis agar dapat dipertahankan dan dilakukan dengna praktis. "Salah satu cara termudah untuk menggagalkan resolusi adalah kebanyakan resolusi," jelasnya.
Dia juga menyarankan untuk melakukan perubahan tidak harus dilakukan saat penggantian tahun baru. Perubahan bisa dilakukan kapan saja. "Hanya saja perlu diingat orang yang membuat resolusi di tahun baru sepuluh kali lebih berhasil mencapai harapan yang mereka buat ketimbang mereka yang tidak bikin resolusi," tegasnya.
(wsb)
Lihat Juga :