Mirip James Webb, China Bangun Teleskop Optik Terbesar di Asia
Kamis, 29 Desember 2022 - 18:17 WIB
loading...
China mengumumkan rencana pembangunan teleskop optic terbesar di Asia untuk meningkatkan kemampuan pengamatan astronomi bersaing dengan negara lain di dunia. Foto/Peking University/Space
A
A
A
BEIJING - China mengumumkan rencana pembangunan teleskop optik terbesar di Asia untuk meningkatkan kemampuan pengamatan astronomi bersaing dengan negara lain di dunia. Proyek, yang dalam bahasa Inggris disebut Expanding Aperture Segmented Telescope (EAST), dipimpin oleh Universitas Peking.
Proyek ini membuat teleskop awal dengan bukaan 6 meter pada tahun 2024, kemudian cermin akan diperluas menjadi 8 meter pada tahun 2030. “Teleskop itu akan sangat meningkatkan kemampuan pengamatan China dalam astronomi optik,” menurut pernyataan Universitas Peking dikutip SINDOnews dari laman Space, Kamis (29/12/2022).
Singkatan EAST cocok karena fasilitas tersebut akan menjadi teleskop optik kelas dunia pertama di belahan bumi timur. Fasilitas teleskop luar angkasa terkemuka saat ini berada di Belahan Barat di lokasi sekitar Mauna Kea di Hawaii, Atacama di Cile, dan Kepulauan Canary di lepas pantai barat laut Afrika.
Baca juga; Saingi AS, China Ingin Membangun Teleskop Radio Terbesar di Dunia
Fase pertama proyek EAST membangun cermin terdiri dari 18 segmen cermin heksagonal, menyerupai cermin Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) milik NASA. Cermin tersebut akan memiliki diameter sekitar 19,7 kaki, yang sekali lagi mirip dengan JWST.
Namun teleskop EAST tidak seperti teleskop ruang angkasa lain yang mengorbit 1,5 juta kilometer dari Bumi pada titik Lagrange matahari-Bumi kedua. Teleskop EAST akan dibangun di Gunung Saishiteng dekat Kota Lenghu di Provinsi Qinghai di dataran tinggi Tibet, pada ketinggian sekitar 4.200 meter.
Fase kedua akan menambahkan cincin 18 segmen heksagonal lagi di sekitar cermin, memperluasnya menjadi diameter lebih besar dari 26,2 kaki pada tahun 2030. Universitas Peking memperkirakan proyek ini akan menelan biaya antara 500-600 juta yuan atau USD69-84 juta. Qinghai News melaporkan bulan lalu bahwa pengerjaan proyek berjalan dengan sesuai rencana.
![Mirip James Webb, China Bangun Teleskop Optik Terbesar di Asia]()
Universitas Peking mencatat bahwa astronomi memainkan peran penting dalam teknologi dan perkembangan sosial. Apalagi Hadiah Nobel Fisika 2020 diberikan kepada ilmuwan yang menemukan lubang hitam di pusat Bima Sakti menggunakan teleskop optik yang kuat, termasuk teleskop kembar Keck di atas Mauna Kea dan Teleskop Sangat Besar (VLT) di Gurun Atacama Chile.
Baca juga; Gantikan Tugas Hubble, Teleskop James Webb NASA Meluncur 24 Desember
EAST juga akan menjadi fasilitas tambahan yang bagus untuk kemampuan astronomi China yang berkembang lebih pesat. Apalagi China telah membangun teleskop radio tunggal terbesar di dunia, FAST, dan berencana untuk meluncurkan observatorium luar angkasa besar yang dikenal sebagai Xuntian paling cepat akhir tahun 2023.
Proyek ini membuat teleskop awal dengan bukaan 6 meter pada tahun 2024, kemudian cermin akan diperluas menjadi 8 meter pada tahun 2030. “Teleskop itu akan sangat meningkatkan kemampuan pengamatan China dalam astronomi optik,” menurut pernyataan Universitas Peking dikutip SINDOnews dari laman Space, Kamis (29/12/2022).
Singkatan EAST cocok karena fasilitas tersebut akan menjadi teleskop optik kelas dunia pertama di belahan bumi timur. Fasilitas teleskop luar angkasa terkemuka saat ini berada di Belahan Barat di lokasi sekitar Mauna Kea di Hawaii, Atacama di Cile, dan Kepulauan Canary di lepas pantai barat laut Afrika.
Baca juga; Saingi AS, China Ingin Membangun Teleskop Radio Terbesar di Dunia
Fase pertama proyek EAST membangun cermin terdiri dari 18 segmen cermin heksagonal, menyerupai cermin Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) milik NASA. Cermin tersebut akan memiliki diameter sekitar 19,7 kaki, yang sekali lagi mirip dengan JWST.
Namun teleskop EAST tidak seperti teleskop ruang angkasa lain yang mengorbit 1,5 juta kilometer dari Bumi pada titik Lagrange matahari-Bumi kedua. Teleskop EAST akan dibangun di Gunung Saishiteng dekat Kota Lenghu di Provinsi Qinghai di dataran tinggi Tibet, pada ketinggian sekitar 4.200 meter.
Fase kedua akan menambahkan cincin 18 segmen heksagonal lagi di sekitar cermin, memperluasnya menjadi diameter lebih besar dari 26,2 kaki pada tahun 2030. Universitas Peking memperkirakan proyek ini akan menelan biaya antara 500-600 juta yuan atau USD69-84 juta. Qinghai News melaporkan bulan lalu bahwa pengerjaan proyek berjalan dengan sesuai rencana.

Universitas Peking mencatat bahwa astronomi memainkan peran penting dalam teknologi dan perkembangan sosial. Apalagi Hadiah Nobel Fisika 2020 diberikan kepada ilmuwan yang menemukan lubang hitam di pusat Bima Sakti menggunakan teleskop optik yang kuat, termasuk teleskop kembar Keck di atas Mauna Kea dan Teleskop Sangat Besar (VLT) di Gurun Atacama Chile.
Baca juga; Gantikan Tugas Hubble, Teleskop James Webb NASA Meluncur 24 Desember
EAST juga akan menjadi fasilitas tambahan yang bagus untuk kemampuan astronomi China yang berkembang lebih pesat. Apalagi China telah membangun teleskop radio tunggal terbesar di dunia, FAST, dan berencana untuk meluncurkan observatorium luar angkasa besar yang dikenal sebagai Xuntian paling cepat akhir tahun 2023.
(wib)
Lihat Juga :