Terungkap Alasan Hiu Putih Tak Bisa Dipelihara dan Cepat Mati dalam Akuarium Raksasa

Selasa, 27 Desember 2022 - 07:46 WIB
loading...
Terungkap Alasan Hiu...
Hiu putih (Carcharodon carcharias) dikenal sebagai predator ganas di lautan lepas yang tak bisa ditangkarkan atau dipelihara dalam akurium raksasa. Foto/iflscience
A A A
TOKYO - Hiu putih (Carcharodon carcharias) dikenal sebagai predator ganas di lautan lepas yang tak bisa ditangkarkan atau dipelihara dalam akurium raksasa. Padahal paus pembunuh atau orca (Orcinus orca) yang juga dikenal sebagai predator berukuran tubuh besar, bisa dipelihara dan hidup di penangkaran.

Salah satu upaya terakhir untuk menempatkan hiu putih besar ke penangkaran adalah di Akuarium Okinawa Churaumi di Jepang tahun lalu. Namun, hiu putih itu mati hanya dalam tiga hari.

Sebelumnya, ada lusinan upaya yang sama untuk memamerkan hiu putih besar kepada publik. Upaya pertama yang diketahui dilakukan oleh Marineland of the Pacific, sebuah oseanarium California dan objek wisata, selama pertengahan 1950-an. Namun, upaya itu bertahan kurang dari sehari.

Baca juga; Predator Terbesar di Dunia, Hiu Putih Ternyata Pemalu dan Cerdas

SeaWorld juga memiliki beberapa upaya untuk mencoba menampung hiu putih besar pada tahun 1970-an, 80-an, dan 90-an. Namun, semuanya mengakibatkan hiu mati atau dilepaskan kembali ke alam liar dalam beberapa minggu.

Pada tahun 2004 Monterey Bay Aquarium menjadi satu-satunya institusi yang mempertahankan hiu putih besar tetap hidup selama lebih dari 16 hari. Hiu putih besar tidak cocok dengan kehidupan dalam penangkaran atau akuarium.

Dikutip dari laman iflscience, Selasa (27/12/2022), terungkap alasan hiu putih tidak bisa bertahan hidup lama dalam penangkaran atau akuarium. Penyebab utama adalah pola makan, hiu putih besar adalah predator puncak di alam liar yang selalu kelaparan dan memakan apa pun.

Sedangkan dalam penangkaran atau akuarium, pola makan seperti itu tidak murah sekaligus tidak mudah untuk mengelolanya. Selain itu, hiu putih besar membutuhkan asupan oksigen besar untuk insangnya, sehingga membutuhkan tempat yang sangat luas.

Baca juga; Sadisnya Pembunuhan Berantai Paus Orca Terhadap Hiu Putih, Mengincar Hati dan Jatung

Untuk itu, hiu putih besar harus terus berenang ke depan agar air dapat melewati insangnya untuk mendapatkan oksigen. Apalagi hiu putih memiliki ukuran tubuh hingga 6 meter, sehingga membutuhkan tangki yang sangat besar untuk memberikan ruang lebar yang dibutuhkannya.

Secara alami, hiu putih mampu melintasi jarak yang sangat jauh di alam liar. Seekor hiu betina, yang dikenal sebagai Nicole, pernah didokumentasikan melakukan perjalanan dari Afrika ke Australia dan kembali lagi.

Perjalanan bolak-balik lebih dari 20.000 kilometer (12.400 mil) itu ditempuh dalam waktu sembilan bulan. Tentu tangki raksasa dalam akuarium tidak cocok untuk hiu putih yang sangat aktif.
Terungkap Alasan Hiu Putih Tak Bisa Dipelihara dan Cepat Mati dalam Akuarium Raksasa


Teori lain menunjukkan bahwa lingkungan buatan dari tangki kaca dapat membanjiri atau membingungkan penerimaan elektro yang sangat tajam dari hiu putih. Persepsi sensorik ini memungkinkan mereka untuk mendeteksi gerakan halus dan perubahan lingkungan laut.

Namun, di dalam tangki, akan membuat hiu putih bingung dengan banyaknya rangsangan, dari dinding kaca hingga peralatan elektronik, yang mengelilinginya. Itu adalah beberapa alasan hiu putih tidak bisa ditangkarkan dan hidup lama dalam akuarium raksasa sekalipun.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Suhu Air Laut Meningkat,...
Suhu Air Laut Meningkat, Ahli Prediksi El Nino Super Bakal Terjadi
Manusia Memperlambat...
Manusia Memperlambat Putaran Rotasi Bumi, Ini Buktinya
ESA Menyelidiki Bola...
ESA Menyelidiki Bola Api Misterius yang Menerangi Langit Eropa
Gerhana Bulan Merah...
Gerhana Bulan Merah Mewarnai Langit Indonesia Malam Ini
Bukan Pelangi Biasa,...
Bukan Pelangi Biasa, Ini Fakta Awan Warna-Warni di Jonggol Menurut Ahli IPB
Fenomena Awan Pelangi...
Fenomena Awan Pelangi Muncul di Langit Jonggol, BMKG: Berkaitan dengan Optik Atmosfer
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ternyata Ini Alasannya
Rekomendasi
Bahlil Mengakui Pembangkit...
Bahlil Mengakui Pembangkit PLN Kekurangan Suplai Batu Bara Medium
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
MBG Dihentikan saat...
MBG Dihentikan saat Libur Sekolah, BGN Sebut Hemat Anggaran Rp3 Triliun
Berita Terkini
Ingat! Ini Cara Mudah...
Ingat! Ini Cara Mudah Bedakan dan Dapatkan e-Meterai Resmi
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Di Balik Kecanggihan...
Di Balik Kecanggihan AI: Manusia Tetap Penentu Keputusan Terbaik
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved