Ilmuwan Rusia Siap Hidupkan Kembali Paleovirus Pembunuh Hewan Purba

Selasa, 20 Desember 2022 - 11:12 WIB
loading...
Ilmuwan Rusia Siap Hidupkan...
Paleovirus virus pembunuh hewan purba termasuk mammoth. FOTO/ IST
A A A
MOSCOW - Sekelompok ilmuwan yang mencoba 'menghidupkan kembali' virus kuno telah memicu kekhawatiran akan pandemi baru.

BACA JUGA - Mengerikan, Rusia Peringatkan Virus-virus Purba Bangkit Kembali

Seperti dilansir dari Daily Star, Selasa (20/12/2022, para ahli di Pusat Penelitian Vektor di Novosibirsk, Siberia, Rusia, yang menganalisis sisa-sisa gajah raksasa purba yang dikenal sebagai mammoth, badak berbulu, dan sejumlah hewan lain yang hidup selama Zaman Es.

Mereka mencoba mengidentifikasi dan menghidupkan kembali virus prasejarah yang dikenal sebagai paleovirus yang telah tidak aktif selama hampir setengah juta tahun.

Tim juga melakukan penelitian dengan tujuan mengekstraksi dan mempelajari infeksi penyebab kematian hewan prasejarah tersebut.

Namun, para ahli mengatakan, penelitian tersebut sangat berisiko karena virus yang membunuh mammoth dan hewan prasejarah lainnya juga bisa menginfeksi manusia.

Seorang ahli genom, Profesor Jean-Michel Claverie dari Pusat Penelitian Ilmiah Nasional di Universitas Aix-Marseille mengatakan: “Penelitian vektor sangat, sangat berisiko.

"Sistem kekebalan tubuh kita tidak pernah menghadapi jenis virus ini. Beberapa virus berusia 200.000 atau bahkan 400.000 tahun.

Pada 2019, ledakan gas menyebar melalui laboratorium yang disebut Pusat Penelitian Virologi Nasional (Vektor) di Koltsovo, Novosibirsk, Siberia, tempat penyimpanan penyakit yang sangat berbahaya termasuk Bubonic, Anthrax, dan Ebola.

Kesalahan lain di laboratorium Ebola terjadi pada tahun 2004 di Rusia yang mengakibatkan kematian seorang pekerja setelah dia tidak sengaja menusuk dirinya sendiri dengan jarum yang mengandung virus tersebut.

Pusat Penelitian Virologi Nasional juga dikenal sebagai salah satu dari dua tempat di dunia tempat penyimpanan virus cacar yang tidak aktif.

Pakar biosekuriti di King's College London, Filippa Lentzos memperingatkan bahwa laboratorium yang paling aman pun tidak kebal terhadap pelanggaran hukum.

Dia berkata: "Bahkan dengan praktik yang umumnya aman, kecelakaan masih bisa terjadi."

Pada 2016, satu anak meninggal dan puluhan lainnya dirawat di rumah sakit setelah wabah antraks yang disebabkan oleh bakteri bacillus anthracis di Siberia.

Sementara itu, hewan yang diteliti di pusat penelitian ditemukan di wilayah Yakutia yang suhunya bisa turun hingga -55 derajat Celcius.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Kepala WHO Kunjungi...
Kepala WHO Kunjungi Pusat Wabah Ebola
Rekomendasi
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Profil Eloy Room, Kiper...
Profil Eloy Room, Kiper Moncer Timnas Curacao yang Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Berita Terkini
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved