Ilmuwan Rusia Siap Hidupkan Kembali Paleovirus Pembunuh Hewan Purba
Selasa, 20 Desember 2022 - 11:12 WIB
loading...
A
A
A
Namun, para ahli mengatakan, penelitian tersebut sangat berisiko karena virus yang membunuh mammoth dan hewan prasejarah lainnya juga bisa menginfeksi manusia.
Seorang ahli genom, Profesor Jean-Michel Claverie dari Pusat Penelitian Ilmiah Nasional di Universitas Aix-Marseille mengatakan: “Penelitian vektor sangat, sangat berisiko.
"Sistem kekebalan tubuh kita tidak pernah menghadapi jenis virus ini. Beberapa virus berusia 200.000 atau bahkan 400.000 tahun.
Pada 2019, ledakan gas menyebar melalui laboratorium yang disebut Pusat Penelitian Virologi Nasional (Vektor) di Koltsovo, Novosibirsk, Siberia, tempat penyimpanan penyakit yang sangat berbahaya termasuk Bubonic, Anthrax, dan Ebola.
Kesalahan lain di laboratorium Ebola terjadi pada tahun 2004 di Rusia yang mengakibatkan kematian seorang pekerja setelah dia tidak sengaja menusuk dirinya sendiri dengan jarum yang mengandung virus tersebut.
Seorang ahli genom, Profesor Jean-Michel Claverie dari Pusat Penelitian Ilmiah Nasional di Universitas Aix-Marseille mengatakan: “Penelitian vektor sangat, sangat berisiko.
"Sistem kekebalan tubuh kita tidak pernah menghadapi jenis virus ini. Beberapa virus berusia 200.000 atau bahkan 400.000 tahun.
Pada 2019, ledakan gas menyebar melalui laboratorium yang disebut Pusat Penelitian Virologi Nasional (Vektor) di Koltsovo, Novosibirsk, Siberia, tempat penyimpanan penyakit yang sangat berbahaya termasuk Bubonic, Anthrax, dan Ebola.
Kesalahan lain di laboratorium Ebola terjadi pada tahun 2004 di Rusia yang mengakibatkan kematian seorang pekerja setelah dia tidak sengaja menusuk dirinya sendiri dengan jarum yang mengandung virus tersebut.
Lihat Juga :