Berhasil Direkam Dokter, Cacing Mikroskopis Menari dalam Skrotum Manusia
Senin, 19 Desember 2022 - 20:08 WIB
loading...
Dokter di New Delhi, India, berhasil memfilmkan cacing parasite berukuran mikroskopis di dalam skrotum seorang pria yang mengalami pembengkakan di alat kelaminnya. Foto/Ars Technica
A
A
A
NEW DELHI - Dokter di New Delhi, India , berhasil memfilmkan cacing parasite berukuran mikroskopis di dalam skrotum seorang pria yang mengalami pembengkakan di alat kelaminnya . Melalui analisis darah diketahui itu adalah Wuchereria bancrofti remaja, sejenis nematoda parasit, atau cacing gelang.
Para peneliti mendokumentasikan penemuan cacing mikroskopis tersebut dalam sebuah laporan yang diterbitkan dalam The New England Journal of Medicine pada 8 Desember. “Tanda tarian mewakili gelombang cacing hidup,” tulis para dokter dikutip SINDOnews dari laman Live Science, Senin (19/12/2022).
Berawal dari seorang pria berusia 26 tahun di New Delhi yang mencari pertolongan medis setelah mengalami rasa sakit dan bengkak di buah zakarnya. Secara bersamaan diikuti gejala demam ringan, selama sekitar satu bulan.
Baca juga; Ilmuwan Temukan Jejak Cacing Purba Raksasa Peneror Penghuni Laut
Setelah melakukan pemindaian ultrasound cepat, dokter melihat beberapa cacing parasit yang dikemas di dalam kulit skrotumnya. Dari pemeriksaan di alat kelaminnya memiliki cacing parasit yang menari-nari di dalam skrotumnya, dan dokter berhasil mengabadikannya.
Cacing memiliki masa hidup hingga delapan tahun. Setelah berkembang menjadi dewasa di dalam pembuluh limfatik manusia, akan kawin untuk menghasilkan jutaan keturunan yang disebut mikrofilaria.
Dokter menjelaskan bahwa Wuchereria bancrofti atau cacing gelang, ditemukan di daerah tropis dan ditularkan antar manusia melalui gigitan nyamuk. Cacing ini menyebabkan penyakit yang disebut filariasis limfatik yang mengakibatkan pembengkakan parah di seluruh tubuh, serta cacat fisik.
Para peneliti mendokumentasikan penemuan cacing mikroskopis tersebut dalam sebuah laporan yang diterbitkan dalam The New England Journal of Medicine pada 8 Desember. “Tanda tarian mewakili gelombang cacing hidup,” tulis para dokter dikutip SINDOnews dari laman Live Science, Senin (19/12/2022).
Berawal dari seorang pria berusia 26 tahun di New Delhi yang mencari pertolongan medis setelah mengalami rasa sakit dan bengkak di buah zakarnya. Secara bersamaan diikuti gejala demam ringan, selama sekitar satu bulan.
Baca juga; Ilmuwan Temukan Jejak Cacing Purba Raksasa Peneror Penghuni Laut
Setelah melakukan pemindaian ultrasound cepat, dokter melihat beberapa cacing parasit yang dikemas di dalam kulit skrotumnya. Dari pemeriksaan di alat kelaminnya memiliki cacing parasit yang menari-nari di dalam skrotumnya, dan dokter berhasil mengabadikannya.
Cacing memiliki masa hidup hingga delapan tahun. Setelah berkembang menjadi dewasa di dalam pembuluh limfatik manusia, akan kawin untuk menghasilkan jutaan keturunan yang disebut mikrofilaria.
Dokter menjelaskan bahwa Wuchereria bancrofti atau cacing gelang, ditemukan di daerah tropis dan ditularkan antar manusia melalui gigitan nyamuk. Cacing ini menyebabkan penyakit yang disebut filariasis limfatik yang mengakibatkan pembengkakan parah di seluruh tubuh, serta cacat fisik.
Lihat Juga :