Dorongan Seks Rendah Jadi Penyebab Utama Tingginya Kematian Pria di Jepang
Senin, 19 Desember 2022 - 13:50 WIB
loading...
Rendahnya minat kaum pria Jepang terhadap aktivitas seks tidak hanya berdampak pada industri hiburan di Jepang tapi juga kesehatan. Foto/IST
A
A
A
JAKARTA - Sebuah penelitian yang dilakukan para ilmuwan dari Yamagata University menghasilkan temuan yang memprihatinkan. Dalam penelitian itu diketahui rendahnya dorongan seks justru jadi faktor yang sangat besar tingginya angka kematian kaum pria.
Penelitian itu disebutkan IFL Science melibatkan sebanyak 20.269 orang dengan usia di atas 40 tahun. Perinciannya sebanyak 8.556 laki-laki dan 12.411 perempuan.
Para peneliti kemudian melakukan pengujian mengenai kesehatan para peserta serta tingkat minat mereka akan aktivitas seksual . Pengujian itu kemudian ditingkatkan dengan melihat korelasi pada kematian yang disebabkan oleh kanker, penyakit kardiovaskular, serta kondisi kesehatan lainnya.
Dalam penelitian itu akhirnya diketahui penyebab kematian yang sangat tinggi ditemukan di antara pria yang tidak memiliki minat seksual. Kondisi itu tetap berlaku meski telah mempertimbangkan faktor usia, diabetes, hipertensi, dislipidemia, merokok, asupan alkohol, pendidikan, status perkawinan, frekuensi tawa, dan tekanan psikologis.
Baca juga : Wanita Ini Rela Nyetir Mobil 3.000 Kilometer untuk Lihat Lionel Messi di Piala Dunia 2022
Penelitian itu disebutkan IFL Science melibatkan sebanyak 20.269 orang dengan usia di atas 40 tahun. Perinciannya sebanyak 8.556 laki-laki dan 12.411 perempuan.
Para peneliti kemudian melakukan pengujian mengenai kesehatan para peserta serta tingkat minat mereka akan aktivitas seksual . Pengujian itu kemudian ditingkatkan dengan melihat korelasi pada kematian yang disebabkan oleh kanker, penyakit kardiovaskular, serta kondisi kesehatan lainnya.
Dalam penelitian itu akhirnya diketahui penyebab kematian yang sangat tinggi ditemukan di antara pria yang tidak memiliki minat seksual. Kondisi itu tetap berlaku meski telah mempertimbangkan faktor usia, diabetes, hipertensi, dislipidemia, merokok, asupan alkohol, pendidikan, status perkawinan, frekuensi tawa, dan tekanan psikologis.
Baca juga : Wanita Ini Rela Nyetir Mobil 3.000 Kilometer untuk Lihat Lionel Messi di Piala Dunia 2022
Lihat Juga :