Penemuan Harta Karun Perhiasan Emas Zaman Firaun Akhenaten, Bergambar Dewa Pesta dan Cinta
Sabtu, 17 Desember 2022 - 08:51 WIB
loading...
Harta karun perhiasan emas berupa kalung dan cincin ditemukan di situs pemakaman kota kuno Akhetaten yang sekarang dikenal dengan Amarna, Mesir. Foto/Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir/Live Science
A
A
A
KAIRO - Harta karun perhiasan emas berupa kalung dan cincin ditemukan di situs pemakaman kota kuno Akhetaten yang sekarang dikenal dengan Amarna. Perhiasan emas yang menakjubkan ini, termasuk cincin bergambar Dewa Bes yang dikenal sebagai Pesta dan Cinta.
Pemakaman tersebut terletak di bagian utara Amarna, sekitar 300 kilometer selatan Kairo. Kota ini dibangun oleh Firaun Akhenaten yang memerintah sekitar tahun 1353 SM hingga 1336 SM. Dia memindahkan ibu kota Mesir dari Thebes di zaman modern Luxor ke kota gurun Akhetaten.
Firaun Akhenaten, mencoba mengubah agama politeistis Mesir dengan memfokuskan pada pemujaan Aten, cakram matahari. Akhirnya reformasi agama Akhenaten dibatalkan oleh putranya, Tutankhamun, dan kota baru itu ditinggalkan tidak lama setelah kematian Akhenaten.
Baca juga; Ilmuwan Identifikasi Spesies Burung di Lukisan Dinding Zaman Firaun Akhenaten
Para arkeolog di Mesir menemukan harta karun emas perhiasan emas dari pemakaman kuno berusia lebih dari 3.300 tahun di Amarna. Perhiasan emas itu, terdiri dari termasuk tiga cincin yang salah satunya menampilkan Dewa Bes, dan sebuah kalung.
![Penemuan Harta Karun Perhiasan Emas Zaman Firaun Akhenaten, Bergambar Dewa Pesta dan Cinta]()
Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir mengatakan, gambar sosok Dewa Bes sering ditemukan berbagai artefak Mesir kuno. Penemuan ini diumumkan Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir pada 13 Desember 2022.
Para arkeolog menilai Dewa Bes sebagai figur yang unik dalam sejarah Mesir kuno. George Hart, seorang Egyptologist di British Museum, dalam bukunya "The Routledge Dictionary of Egypt Gods and Goddesses" (Routledge, 2005), mengatakan Dewa Bes digambarkan sebagai kurcaci yang pandai bermain musik dan bersenang-senang, juga melindungi wanita saat melahirkan.
Pemakaman tersebut terletak di bagian utara Amarna, sekitar 300 kilometer selatan Kairo. Kota ini dibangun oleh Firaun Akhenaten yang memerintah sekitar tahun 1353 SM hingga 1336 SM. Dia memindahkan ibu kota Mesir dari Thebes di zaman modern Luxor ke kota gurun Akhetaten.
Firaun Akhenaten, mencoba mengubah agama politeistis Mesir dengan memfokuskan pada pemujaan Aten, cakram matahari. Akhirnya reformasi agama Akhenaten dibatalkan oleh putranya, Tutankhamun, dan kota baru itu ditinggalkan tidak lama setelah kematian Akhenaten.
Baca juga; Ilmuwan Identifikasi Spesies Burung di Lukisan Dinding Zaman Firaun Akhenaten
Para arkeolog di Mesir menemukan harta karun emas perhiasan emas dari pemakaman kuno berusia lebih dari 3.300 tahun di Amarna. Perhiasan emas itu, terdiri dari termasuk tiga cincin yang salah satunya menampilkan Dewa Bes, dan sebuah kalung.

Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir mengatakan, gambar sosok Dewa Bes sering ditemukan berbagai artefak Mesir kuno. Penemuan ini diumumkan Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir pada 13 Desember 2022.
Para arkeolog menilai Dewa Bes sebagai figur yang unik dalam sejarah Mesir kuno. George Hart, seorang Egyptologist di British Museum, dalam bukunya "The Routledge Dictionary of Egypt Gods and Goddesses" (Routledge, 2005), mengatakan Dewa Bes digambarkan sebagai kurcaci yang pandai bermain musik dan bersenang-senang, juga melindungi wanita saat melahirkan.
Lihat Juga :