Hampir Sebulan, NASA Hilang Kontak dengan Satelit Pengamat Badai CYGNSS
Kamis, 15 Desember 2022 - 20:41 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun ada beberapa sistem GNSS, masing-masing merupakan konstelasi satelit, CYGNSS secara eksklusif menggunakan Global Positioning System (GPS) AS. Pesawat ruang angkasa CYGNSS bertindak sebagai sensor, menerima sinyal dari pulsa GPS yang dipantulkan oleh permukaan Bumi.
Baca juga; Sudah Tak Berfungsi, Satelit Cuaca NOAA-17 Dihancurkan di Luar Angkasa
Karena sinyal GPS ini beroperasi pada frekuensi gelombang mikro rendah, mereka mampu menembus awan tebal dan hujan yang terkait dengan badai. Kemampuan ini memungkinkan CYGNSS mengukur kecepatan angin di dalam inti badai.
Para ilmuwan berharap data ini dapat memungkinkan mereka untuk lebih memahami bagaimana siklon tropis terbentuk. Apakah mereka akan menguat, dan seberapa kuat. Pada akhirnya, pengetahuan ini dapat meningkatkan perongatan dini dan pelacakan siklon tropis.
Baca juga; Sudah Tak Berfungsi, Satelit Cuaca NOAA-17 Dihancurkan di Luar Angkasa
Karena sinyal GPS ini beroperasi pada frekuensi gelombang mikro rendah, mereka mampu menembus awan tebal dan hujan yang terkait dengan badai. Kemampuan ini memungkinkan CYGNSS mengukur kecepatan angin di dalam inti badai.
Para ilmuwan berharap data ini dapat memungkinkan mereka untuk lebih memahami bagaimana siklon tropis terbentuk. Apakah mereka akan menguat, dan seberapa kuat. Pada akhirnya, pengetahuan ini dapat meningkatkan perongatan dini dan pelacakan siklon tropis.
(wib)
Lihat Juga :