Ilmuwan Pastikan Teknologi CMR yang Bisa Buktikan Keberadaan Harimau Jawa
Kamis, 15 Desember 2022 - 09:55 WIB
loading...
A
A
A
Seperti dilansir dari Conversation, metode ini jauh lebih mudah dibanding menangkap langsung harimau.
Selain peralatan, CMR juga membutuhkan desain studi yang baik. Misalnya kamera pengintai dipasang di lokasi yang optimal untuk mendeteksi harimau. Lokasi tersebut bisa berupa jalur harimau (di mana terdapat tapak atau kotoran harimau) atau jalur satwa mangsanya.
Distribusi kamera juga harus merata untuk menjamin setiap individu harimau memiliki peluang yang sama untuk ‘tertangkap’.
Di Sumatra, survei harimau biasa menggunakan sistem grid atau petak, di mana satu stasiun kamera (biasa berpasangan untuk mendapatkan foto kedua sisi harimau) dipasang dalam grid ukuran 3x3 kilometer (km).
Survei juga dilakukan dalam periode waktu terbatas, umumnya 90 hari. Angka ini menjadi acuan asumsi populasi tertutup harimau di mana tidak terjadi proses kelahiran, kematian, imigrasi, dan emigrasi yang dapat mengubah angka populasi harimau di area kajian selama survei.
Selain peralatan, CMR juga membutuhkan desain studi yang baik. Misalnya kamera pengintai dipasang di lokasi yang optimal untuk mendeteksi harimau. Lokasi tersebut bisa berupa jalur harimau (di mana terdapat tapak atau kotoran harimau) atau jalur satwa mangsanya.
Distribusi kamera juga harus merata untuk menjamin setiap individu harimau memiliki peluang yang sama untuk ‘tertangkap’.
Di Sumatra, survei harimau biasa menggunakan sistem grid atau petak, di mana satu stasiun kamera (biasa berpasangan untuk mendapatkan foto kedua sisi harimau) dipasang dalam grid ukuran 3x3 kilometer (km).
Survei juga dilakukan dalam periode waktu terbatas, umumnya 90 hari. Angka ini menjadi acuan asumsi populasi tertutup harimau di mana tidak terjadi proses kelahiran, kematian, imigrasi, dan emigrasi yang dapat mengubah angka populasi harimau di area kajian selama survei.
Lihat Juga :