Celana Panjang Jins Termahal, Berusia 165 Tahun Dijual Rp1,8 Miliar
Sabtu, 10 Desember 2022 - 13:54 WIB
loading...
A
A
A
Kapal uap SS Central America yang dijuluki sebagai Kapal Emas, berukuran 85 meter beroperasi antara Amerika Tengah dan Pantai Timur AS pada tahun 1850-an. Ratusan barang bersejarah yang dijual ditemukan di antara sisa-sisa SS Central America, yang tenggelam.
Baca juga; Rezeki Nomplok, Kolombia Temukan 2 Bangkai Kapal saat Cari Harta Karun Emas Galleon San Jose
![Celana Panjang Jins Termahal, Berusia 165 Tahun Dijual Rp1,8 Miliar]()
“Artefak yang luar biasa ini memberi kita gambaran sekilas tentang kehidupan sehari-hari para penumpang dan awak di tahun 1850-an. Kapal ini adalah kapsul waktu dari era California Gold Rush,” tambah Dwight Manley, Managing Partner dari California Gold Marketing Group of Brea, California.
Selain celana jins, barang lain yang dijual antara lain puluhan cincin, stickpin, cufflinks, dan beberapa kotak jam saku. Lelang tersebut juga menawarkan sejumlah koin emas dan uang kertas dari tahun 1850-an, ditambah koper perbekalan laut, kunci ruang harta karun emas, dan label bagasi penumpang.
“Tampaknya barang-barang biasa dari penumpang dan awak hari ini memberi kita wawasan luar biasa tentang kehidupan sehari-hari orang-orang yang melakukan perjalanan dengan kapal uap,” jelas Bob Evans, seorang ilmuwan yang terlibat dalam setiap misi pemulihan.
Baca juga; Rezeki Nomplok, Kolombia Temukan 2 Bangkai Kapal saat Cari Harta Karun Emas Galleon San Jose

“Artefak yang luar biasa ini memberi kita gambaran sekilas tentang kehidupan sehari-hari para penumpang dan awak di tahun 1850-an. Kapal ini adalah kapsul waktu dari era California Gold Rush,” tambah Dwight Manley, Managing Partner dari California Gold Marketing Group of Brea, California.
Selain celana jins, barang lain yang dijual antara lain puluhan cincin, stickpin, cufflinks, dan beberapa kotak jam saku. Lelang tersebut juga menawarkan sejumlah koin emas dan uang kertas dari tahun 1850-an, ditambah koper perbekalan laut, kunci ruang harta karun emas, dan label bagasi penumpang.
“Tampaknya barang-barang biasa dari penumpang dan awak hari ini memberi kita wawasan luar biasa tentang kehidupan sehari-hari orang-orang yang melakukan perjalanan dengan kapal uap,” jelas Bob Evans, seorang ilmuwan yang terlibat dalam setiap misi pemulihan.
(wib)
Lihat Juga :