Pemandangan Aneh Titan Bikin Ilmuwan Bergetar, Bulan Terbesar Saturnus Berselimut Metana
Jum'at, 02 Desember 2022 - 12:54 WIB
loading...
A
A
A
Conor Nixon, seorang astronom di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA di Maryland, mengatur agar JWST menghabiskan total 15 jam di tahun pertamanya untuk mempelajari Titan. Secara khusus, tim Nixon ingin mempelajari atmosfer Titan, antara lain bertujuan untuk memetakan distribusi kabut dan mengidentifikasi gas-gas baru.
Para ilmuwan sangat senang dengan data yang dikirim JWST kepada mereka. “Sekilas, ini sungguh luar biasa. Kurasa kita sedang melihat awan!” tulis Sebastien Rodriguez, seorang astronom di Universite Paris Cite.
Saat mempelajari data, para peneliti mengidentifikasi dua awan yang menarik di atas Kraken Mare, laut terbesar di Titan. Para ilmuwan segera terinspirasi untuk menemukan cara untuk memeriksa kembali awan tersebut untuk memahami bagaimana berubah dari waktu ke waktu.
Baca juga; Bulan Saturnus Mimas Mirip Death Star di Film Star Wars, Diduga Punya Lautan Tersembunyi
Tim menjangkau Observatorium Keck di Hawaii, yang mampu menangkap pengamatan Titan hanya dua hari setelah JWST. “Yang membuat kami senang adalah ada awan di posisi yang sama, tampak seperti berubah bentuk,” kata Imke de Pater, seorang astronom di University of California, Berkeley, yang memimpin pengamatan Keck terhadap Titan.
Para ilmuwan sangat senang dengan data yang dikirim JWST kepada mereka. “Sekilas, ini sungguh luar biasa. Kurasa kita sedang melihat awan!” tulis Sebastien Rodriguez, seorang astronom di Universite Paris Cite.
Saat mempelajari data, para peneliti mengidentifikasi dua awan yang menarik di atas Kraken Mare, laut terbesar di Titan. Para ilmuwan segera terinspirasi untuk menemukan cara untuk memeriksa kembali awan tersebut untuk memahami bagaimana berubah dari waktu ke waktu.
Baca juga; Bulan Saturnus Mimas Mirip Death Star di Film Star Wars, Diduga Punya Lautan Tersembunyi
Tim menjangkau Observatorium Keck di Hawaii, yang mampu menangkap pengamatan Titan hanya dua hari setelah JWST. “Yang membuat kami senang adalah ada awan di posisi yang sama, tampak seperti berubah bentuk,” kata Imke de Pater, seorang astronom di University of California, Berkeley, yang memimpin pengamatan Keck terhadap Titan.

Lihat Juga :