Letusan Gunung Berapi Aktif Terbesar di Dunia Bikin Langit Hawaii Memerah
Selasa, 29 November 2022 - 19:01 WIB
loading...
Letusan gunung berapi aktif terbesar di dunia, Mauna Loa, menciptakan ledakan lava spektakuler dan menghasilkan cahaya merah terang di langit Hawaii. Foto/Twitter
A
A
A
HONOLULU - Letusan gunung berapi aktif terbesar di dunia, Mauna Loa, melepaskan gumpalan besar abu dan gas beracun bersama aliran lava. Letusan juga telah menciptakan ledakan lava spektakuler dan menghasilkan cahaya merah terang di langit Hawaii .
Gunung Mauna Loa meletus Minggu 27 November 2022 sekitar pukul 23:30 waktu setempat. Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) dan Observatorium Gunung Api Hawaii, sejauh ini aliran lahar tidak menimbulkan ancaman bagi masyarakat sekitar.
Satelit GOES West yang dioperasikan National Oceanographic and Atmospheric Administration (NOAA) menyaksikan letusan dari posisinya di orbit geosinkron. Gambar animasi yang dibagikan oleh NOAA menunjukkan tanda panas dari letusan dan semburan gas besar menyebar ke timur laut pulau Hawaii.
Baca juga; Gunung Api Mauna Loa di Hawaii Meletus untuk Pertama Kalinya Dalam 38 Tahun
Gambar lain yang dibagikan oleh Urusan Publik Satelit NOAA menunjukkan letusan dalam inframerah, menggambarkan secara rinci panas yang dihasilkan oleh letusan. USGS membagikan gambar aliran lahar yang dihasilkan, yang bergerak menuruni lereng ke utara gunung berapi.
“Kekhawatirannya adalah akan ada aliran lahar ke Hilo, tapi sepertinya tidak terjadi saat ini. Jika ternyata buruk, akan ada evakuasi orang-orang dari daerah yang diperkirakan akan meluap ke pusat-pusat evakuasi,” kata Takeuchi seorang fotografer di Honolulu dikutip SINDOnews dari laman rnz, Selasa (29/11/2022).
Gunung Mauna Loa terletak di Hawaii County yang lebih dikenal sebagai Pulau Besar, terakhir meletus pada tahun 1984. Gunung Mauna Loa menjulang 13.679 kaki (4.169 meter) di atas permukaan laut dan membentang seluas lebih dari 5.179 km persegi, menutupi separuh Pulau Besar.
Gunung Mauna Loa meletus Minggu 27 November 2022 sekitar pukul 23:30 waktu setempat. Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) dan Observatorium Gunung Api Hawaii, sejauh ini aliran lahar tidak menimbulkan ancaman bagi masyarakat sekitar.
Satelit GOES West yang dioperasikan National Oceanographic and Atmospheric Administration (NOAA) menyaksikan letusan dari posisinya di orbit geosinkron. Gambar animasi yang dibagikan oleh NOAA menunjukkan tanda panas dari letusan dan semburan gas besar menyebar ke timur laut pulau Hawaii.
Baca juga; Gunung Api Mauna Loa di Hawaii Meletus untuk Pertama Kalinya Dalam 38 Tahun
Gambar lain yang dibagikan oleh Urusan Publik Satelit NOAA menunjukkan letusan dalam inframerah, menggambarkan secara rinci panas yang dihasilkan oleh letusan. USGS membagikan gambar aliran lahar yang dihasilkan, yang bergerak menuruni lereng ke utara gunung berapi.
“Kekhawatirannya adalah akan ada aliran lahar ke Hilo, tapi sepertinya tidak terjadi saat ini. Jika ternyata buruk, akan ada evakuasi orang-orang dari daerah yang diperkirakan akan meluap ke pusat-pusat evakuasi,” kata Takeuchi seorang fotografer di Honolulu dikutip SINDOnews dari laman rnz, Selasa (29/11/2022).
Gunung Mauna Loa terletak di Hawaii County yang lebih dikenal sebagai Pulau Besar, terakhir meletus pada tahun 1984. Gunung Mauna Loa menjulang 13.679 kaki (4.169 meter) di atas permukaan laut dan membentang seluas lebih dari 5.179 km persegi, menutupi separuh Pulau Besar.

Lihat Juga :