Negara-negara yang Ramah Terhadap Pengembangan Aplikasi Lokal

Kamis, 09 Juli 2020 - 12:01 WIB
loading...
Negara-negara yang Ramah Terhadap Pengembangan Aplikasi Lokal
China punya Weibo sebagai situs microblogging asli setempat dan menjadi salah satu situs paling populer di sana. China sendiri dikenal sangat ramah terhadap pengembang lokal. Foto/South Morning China
A A A
JAKARTA - China bisa dibilang sebagai negara yang paling ramah terhadap aplikasi lokal . Seperti diketahui, Negara Tirai Bambu itu terkenal dengan pelarangan produk asing, termasuk platform media sosial raksasa beroperasi di negaranya. (Baca juga: Aplikasi Media Sosial Lokal Kurang Populer, Kata Pengamat Ini Alasannya )

Alhasil, startup dan pengembang platform dalam negerinya pun bertumbuh. Beragam aplikasi bermunculan di negara ini untuk menggantikan aplikasi yang diblokir pemerintah.

Tak hanya terkenal di China, bahkan aplikasi-aplikasi itu berhasil menembus pasar global. Sebut saja WeChat, merupakan aplikasi pesan instan yang dikembangkan oleh Tencent. WeChat menghadirkan berbagai fitur yang cukup lengkap di mana pengguna dapat menggunakannya dalam berkomunikasi.

Ada pula mesin pencarian, Baidu, yang menggantikan fungsi Google Search di China. Baidu menawarkan berbagai fasilitas, termasuk mesin pencarian untuk situs web, file audio, dan gambar dalam aksara Mandarin.

Jika kita biasa menggunakan YouTube untuk menonton streaming video, di China ada yang namanya Youku Yudou. Aplikasi tersebut merukapan platform video streaming seperti YouTube. Aplikasi didirikan oleh Victor Koo mantan presiden portal internet, Sohu.

Apabila dunia menggunakan Twitter, China punya Weibo sebagai situs microblogging asli setempat. Ini menjadi salah satu situs paling populer di sana, digunakan oleh lebih dari 30% dari pengguna internet. Weibo diluncurkan oleh SINA Corporation pada Agustus 2009.

Selain China, ada Korea Selatan yang juga menjadi negara ramah aplikasi lokal. Di Korea, istilah media sosial lebih sering disebut dengan singkatan SNS yaitu Social Networking Service. Lain dengan China, mereka masih mengizinkan aplikasi impor beroperasi di sana.

Di samping layanan sosial global seperti Instagram dan YouTube, Korea memiliki jejaring sosial lokal yang populer. Ada nama yang tak asing di telinga kita, KakaoTalk. Ketimbang WhatsApp, aplikasi chatting itu lebih akrab digunakan oleh orang Korea.

Berpusat di Kota Jeju, KakaoTalk dilengkapi fitur file sharing, group chat, dan fitur-fitur lainnya. KakaoTalk dirilis pertama kali pada 18 Maret 2010 oleh Kakao Inc.

Hanya 16 bulan setelah diluncurkan, Kakao Talk telah memiliki total 20 juta pengguna. Dengan perkiraan, 16 juta-17 juta orang menggunakan aplikasi ini setiap harinya.

Karena ada keterbatasan akses terhadap Google Maps, pengguna internet di Korea Selatan bisa menggunakan layanan Naver Maps untuk keperluan navigasi sehari-hari.
(iqb)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2301 seconds (11.97#12.26)