Kenapa RAM iPhone Lebih Kecil daripada RAM Android?
Sabtu, 19 November 2022 - 21:05 WIB
loading...
A
A
A
1. Mekanisme Tombstone iOS
Android menggunakan “true background”. Aplikasi yang berjalan di latar depan dan menggantung di latar belakang menempati jumlah memori yang sama.
Ini membuat sistem menggunakan lebih banyak memori.
Apple memakai latar belakang virtual. Saat aplikasi berada di latar belakang, aktivitasnya akan ditangguhkan. Saat pengguna menginterupsi suatu tugas, sistem Tombstone di iPhone akan merekam status aplikasi saat interupsi.
Program kemudian akan membeku. Jika diperlukan untuk memulihkan tugas, program akan melanjutkan dari keadaan tepat sebelum interupsi.
Mekanisme iOS ini menghemat lebih banyak memori daripada Android saat aplikasinya berada di latar belakang.
2. Bahasa Pemrograman
Saat pengembang menulis aplikasi untuk iOS, dikompilasi langsung ke kode yang dapat berjalan di prosesor iPhone. Ini dikenal sebagai source code/kode asli, karena tidak perlu interpretasi atau lingkungan virtual apa pun untuk dijalankan.
Android, di sisi lain, berbeda. Android menggunakan Java. Ketika kode Java dikompilasi, itu diubah menjadi kode perantara (Java Bytecode) yang tidak bergantung pada prosesor.
Android menggunakan “true background”. Aplikasi yang berjalan di latar depan dan menggantung di latar belakang menempati jumlah memori yang sama.
Ini membuat sistem menggunakan lebih banyak memori.
Apple memakai latar belakang virtual. Saat aplikasi berada di latar belakang, aktivitasnya akan ditangguhkan. Saat pengguna menginterupsi suatu tugas, sistem Tombstone di iPhone akan merekam status aplikasi saat interupsi.
Program kemudian akan membeku. Jika diperlukan untuk memulihkan tugas, program akan melanjutkan dari keadaan tepat sebelum interupsi.
Mekanisme iOS ini menghemat lebih banyak memori daripada Android saat aplikasinya berada di latar belakang.
2. Bahasa Pemrograman
Saat pengembang menulis aplikasi untuk iOS, dikompilasi langsung ke kode yang dapat berjalan di prosesor iPhone. Ini dikenal sebagai source code/kode asli, karena tidak perlu interpretasi atau lingkungan virtual apa pun untuk dijalankan.
Android, di sisi lain, berbeda. Android menggunakan Java. Ketika kode Java dikompilasi, itu diubah menjadi kode perantara (Java Bytecode) yang tidak bergantung pada prosesor.
Lihat Juga :