Waspada 4 Kejahatan Siber Piala Dunia Qatar 2022, Mulai Tiket Palsu hingga Website Abal-abal
Sabtu, 19 November 2022 - 12:59 WIB
loading...
A
A
A
Berikut 4 kejahatan siber paling berbahaya di Piala Dunia Qatar 2022:
1. Tiket Gratis
Pakar Kaspersky menemukan banyak halaman phishing yang menawarkan tiket gratis memenangkan ke Piala Dunia. Biasanya pemenang yang “beruntung” hanya perlu membayar ongkos kirim. Tapi, ternyata tiket tidak pernah dikirim.
2. Merchandise
Cara lain untuk mencuri data pengguna adalah melalui toko merchandise palsu terkait FIFA. Toko palsu menawarkan T-shirt tim, casing ponsel, atau bola bertanda tangan asli. Tapi, setelah memasukkan data pribadi dan mentransfer uang, mereka tertipu.
3. Kripto dan NFT
![Waspada 4 Kejahatan Siber Piala Dunia Qatar 2022, Mulai Tiket Palsu hingga Website Abal-abal]()
Ciri khas lanskap ancaman menjelang Piala Dunia 2022 adalah penyebaran aktif berbagai penipuan kripto, termasuk popularitas NFT. Beberapa menawarkan untuk bertaruh pada pertandingan dan memenangkan cryptocurrency. Atau memenangkan seni NFT.
Tapi, pengguna harus memasukkan kredensial dompet crypto, sehingga “hadiah” akan langsung ditransfer. Penipu akhirnya mendapat akses ke semua tabungan dan hingga data dompet pengguna.
1. Tiket Gratis

Pakar Kaspersky menemukan banyak halaman phishing yang menawarkan tiket gratis memenangkan ke Piala Dunia. Biasanya pemenang yang “beruntung” hanya perlu membayar ongkos kirim. Tapi, ternyata tiket tidak pernah dikirim.
2. Merchandise
Cara lain untuk mencuri data pengguna adalah melalui toko merchandise palsu terkait FIFA. Toko palsu menawarkan T-shirt tim, casing ponsel, atau bola bertanda tangan asli. Tapi, setelah memasukkan data pribadi dan mentransfer uang, mereka tertipu.
3. Kripto dan NFT

Ciri khas lanskap ancaman menjelang Piala Dunia 2022 adalah penyebaran aktif berbagai penipuan kripto, termasuk popularitas NFT. Beberapa menawarkan untuk bertaruh pada pertandingan dan memenangkan cryptocurrency. Atau memenangkan seni NFT.
Tapi, pengguna harus memasukkan kredensial dompet crypto, sehingga “hadiah” akan langsung ditransfer. Penipu akhirnya mendapat akses ke semua tabungan dan hingga data dompet pengguna.
Lihat Juga :