Ilmuwan Temukan Teknik Magnet Kosmik untuk Membuat Elemen Tanah Jarang

Selasa, 15 November 2022 - 16:08 WIB
loading...
Ilmuwan Temukan Teknik...
Sekarang, para ilmuwan telah menemukan cara untuk membuat ulang alternatif yang menjanjikan ini dengan teknik magnet kosmik. Foto/NewAtlas
A A A
LONDON - Elemen tanah jarang ( rare earth ) adalah bagian penting dari perangkat elektronik dan mekanik, tetapi pasokannya terbatas. Banyak perangkat elektronik dan komponen mekanis bergantung pada elemen tanah jarang , terutama teknologi yang ramah lingkungan.

Sekarang, para ilmuwan telah menemukan cara untuk membuat ulang alternatif yang menjanjikan ini dengan teknik magnet kosmik. Secara teori proses ini biasanya membutuhkan waktu jutaan tahun untuk terbentuk di meteorit, namun kini dapat dilakukan di laboratorium dalam hitungan detik.

“Deposit tanah jarang ada di tempat lain di bawah bumi, tetapi operasi penambangannya sangat mengganggu. Anda harus mengekstraksi sejumlah besar material untuk mendapatkan sejumlah kecil tanah jarang,” kata Profesor Lindsay Greer, peneliti utama studi tersebut dikutip SINDOnews dari laman NewAtlas, Selasa (15/11/2022).

Baca juga; Ilmuwan Rice University Berhasil Mengekstrasi Elemen Rare Earth dari Limbah

Karena itu, para ilmuwan telah menyelidiki cara untuk mendaur ulang tanah jarang dari baterai dan elektronik lama. Kemudian, mengekstraknya dari sumber baru seperti air limbah dan menemukan lebih banyak mineral umum yang dapat melakukan fungsi serupa.

Dalam studi baru, para peneliti dari Cambridge menyelidiki alternatif yang menjanjikan yang disebut tetrataenite. Mineral ini merupakan paduan besi dan nikel yang tersusun dalam struktur kristal bertumpuk, yang memberikan sifat magnetik yang mirip dengan magnet tanah jarang.

Keuntungannya tentu lebih mudah mendapat besi dan nikel. Masalahnya adalah tetrataenite sulit ditemukan, sebagian besar muncul dalam sampel meteorit, yang diperkirakan membutuhkan waktu jutaan tahun untuk terbentuk.

Upaya sebelumnya untuk memproduksinya secara artifisial di lab telah menunjukkan beberapa keberhasilan, tetapi tekniknya tidak dapat diskalakan. Pada pemeriksaan lebih dekat sampel meteorit tetrataenite, tim menemukan bahwa fosfor ada dalam campuran, membantu mempercepat pengaturan atom besi dan nikel ke dalam struktur tumpukan.

Baca juga; China Kuasai 95 Persen Rare Earth Dunia, Pakar Keamanan Inggris Cemas

Jadi, mereka mencampurkan besi, nikel, dan fosfor bersama-sama dalam jumlah tertentu. Kemudian menemukan bahwa tetrataenit terbentuk hingga 15 lipat lebih cepat dalam hitungan detik.

“Yang sangat mencengangkan adalah tidak diperlukan perlakuan khusus. Kami hanya melelehkan paduannya, menuangkannya ke dalam cetakan, dan kami mendapatkan tetrataenite,” kata Greer.

Tim ilmuwan mengatakan penemuan ini dapat mengarah pada alternatif yang layak untuk magnet tanah jarang, meskipun lebih banyak pekerjaan diperlukan untuk memeriksa apakah tetrataenite yang dibuat dengan cara ini akan bekerja. Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Advanced Science.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ilmuwan Klaim Sinar...
Ilmuwan Klaim Sinar dalam Tubuh Manusia Menghilang ketika Sudah Mati
Ahli Bedah China Pindahkan...
Ahli Bedah China Pindahkan Telinga Wanita ke Kaki selama 5 Bulan
Penemuan Luar Biasa...
Penemuan Luar Biasa Ini Ubah Pemahaman Kita tentang Dinosaurus
Karpet Ajaib Hidup Ditemukan...
Karpet Ajaib Hidup Ditemukan di Kosta Rita, Spesies Cacing yang Jadi incaran Penelitian
Lumba-lumba Beribu Jari...
Lumba-lumba Beribu Jari Ditemukan untuk Pertama Kalinya
Stephen Hawking Tulis...
Stephen Hawking Tulis Peringatan Mengerikan sebelum Meninggal Dunia
Ilmuwan Bikin Roti dengan...
Ilmuwan Bikin Roti dengan Ragi dari Kulit Mumi Berusia 5.300 Tahun
Bea Cukai Pangkal Pinang...
Bea Cukai Pangkal Pinang Sebut 15 Kontainer PMM Telah Memenuhi Syarat
Daftar Negara dengan...
Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia
Rekomendasi
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
Berita Terkini
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
SpaceX: IPO Terbesar...
SpaceX: IPO Terbesar Sejarah, Eforia Tercepat yang Menguap
LG Pasang Taruhan Besar:...
LG Pasang Taruhan Besar: AI Jadi Jantung Seisi Rumah
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved