Tempat Latihan Pergi ke Bulan, Pulau di Spanyol Ini Diserbu Astronot dan Wisatawan
Minggu, 13 November 2022 - 09:00 WIB
loading...
NASA dan ESA mengadakan latihan khusus di Pulau Lanzarote. Foto/ESA
A
A
A
JAKARTA - Sebuah pulau di kawasan Spanyol diserbu astronot dan wisatawan yang tertarik untuk latihan sebelum benar-benar pergi ke bulan . Pulau Lanzarote yang ada di Kepulauan Canary, Spanyol memang sangat istimewa dibanding pulau-pulau lainnya.
Kondisi geografis Pulau Lanzarote diklaim sangat mirip dengan keadaan bulan. Di pulau itu bisa ditemukan ladang lava yang menghitam, kawah, hinga tabung vulkanik. Kesamaan kondisi itulah yang membuat Badan Antariksa Eropa atau European Space Agency (ESA) dan NASA (National Aeronautics and Space Administration) atau Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional bertahun-tahun mengirim astronot ke pulau itu untuk berlatih sebelum pergi ke bulan atau planet Mars.
"Tempat ini memiliki lava yang sangat-sangat mirip dengan yang telah kami temukan di bulan," ujar Alexander Gerst, astronot berusia 46 tahun yang telah lama pergi ke luar angkasa bersama ESA.
Di pulau ini menurut Alexander Gerst berbagai profesi yang tertarik dengan bulan berupaya menggali informasi dan berlatih. Astronot, ahli geologi, insinyur luar angkasa, hingga wisatawan menjelajah setiap jengkal Pulau Lanzarote untuk mengasah keterampilan serta meningkatkan informasi mereka tentang bulan.
Baca juga : Pecat Karyawan, Meta Batal Bikin Layar Pintar dan Smartwatch
![Tempat Latihan Pergi ke Bulan, Pulau di Spanyol Ini Diserbu Astronot dan Wisatawan]()
Melihat potensi itu ESA kemudian membuat pelatihan khusus di pulau itu dengan nama Pangea. Lewat pelatihan itu para astronot diminta mengidentifikasi sampel batuan dan mengumpulkannya, melakukan analisis DNA mikroorganisme di tempat, dan mengomunikasikan temuan mereka kembali ke kontrol misi. Mereka bahkan dilengkapi dengan berbagai peralatan yang memang akan dibutuhkan ketika berada di bulan.
"Di sini, mereka ditempatkan di lapangan untuk merasakan eksplorasi medan, yang harus mereka lakukan ketika ada di bulan," kata Francesco Sauro, Direktur Teknis Pangea.
Geografi Pulau Lanzarote yang istimewa memang tidak terjadi dengan sendirinya. Kondisi yang ada di pulau itu terbentuk dari letusan gunung berapi yang terjadi pada tahun 1730 dan berlangsung selama enam tahun.
Baca juga : Seperti Manusia, Tikus Ternyata Juga Bisa Menari Ikuti Lagu Queen
![Tempat Latihan Pergi ke Bulan, Pulau di Spanyol Ini Diserbu Astronot dan Wisatawan]()
Selama periode itu gunung api emuntahkan abu dan lahar di atas petak tanah yang luas. Tidak heran jika letusan gunung di Pulau Lanzarote terekam sebagai sebagai salah satu bencana vulkanik terbesar dalam catatan sejarah. Letusan tersebut menghancurkan lebih dari 200 kilometer persegi wilayah tersebut.
Kondisi yang terjadi di Pulau Lanzarote juga sangat ideal karena di wilayah itu minim vegetasi. Hal itu terjadi karena cuaca di Pulau Lanzarote yang mirip suhu padang pasir.
"Terdapat banyak jenis batuan vulkanik di Lanzarote. Dan mereka mudah ditemukan. Di tempat ini juga tidak memiliki pohon. Di sini seolah-olah Anda tengah berada di bulan," ujar Loredana Bessone, Pangea Project Leader.
Kondisi geografis Pulau Lanzarote diklaim sangat mirip dengan keadaan bulan. Di pulau itu bisa ditemukan ladang lava yang menghitam, kawah, hinga tabung vulkanik. Kesamaan kondisi itulah yang membuat Badan Antariksa Eropa atau European Space Agency (ESA) dan NASA (National Aeronautics and Space Administration) atau Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional bertahun-tahun mengirim astronot ke pulau itu untuk berlatih sebelum pergi ke bulan atau planet Mars.
"Tempat ini memiliki lava yang sangat-sangat mirip dengan yang telah kami temukan di bulan," ujar Alexander Gerst, astronot berusia 46 tahun yang telah lama pergi ke luar angkasa bersama ESA.
Di pulau ini menurut Alexander Gerst berbagai profesi yang tertarik dengan bulan berupaya menggali informasi dan berlatih. Astronot, ahli geologi, insinyur luar angkasa, hingga wisatawan menjelajah setiap jengkal Pulau Lanzarote untuk mengasah keterampilan serta meningkatkan informasi mereka tentang bulan.
Baca juga : Pecat Karyawan, Meta Batal Bikin Layar Pintar dan Smartwatch

Melihat potensi itu ESA kemudian membuat pelatihan khusus di pulau itu dengan nama Pangea. Lewat pelatihan itu para astronot diminta mengidentifikasi sampel batuan dan mengumpulkannya, melakukan analisis DNA mikroorganisme di tempat, dan mengomunikasikan temuan mereka kembali ke kontrol misi. Mereka bahkan dilengkapi dengan berbagai peralatan yang memang akan dibutuhkan ketika berada di bulan.
"Di sini, mereka ditempatkan di lapangan untuk merasakan eksplorasi medan, yang harus mereka lakukan ketika ada di bulan," kata Francesco Sauro, Direktur Teknis Pangea.
Geografi Pulau Lanzarote yang istimewa memang tidak terjadi dengan sendirinya. Kondisi yang ada di pulau itu terbentuk dari letusan gunung berapi yang terjadi pada tahun 1730 dan berlangsung selama enam tahun.
Baca juga : Seperti Manusia, Tikus Ternyata Juga Bisa Menari Ikuti Lagu Queen

Selama periode itu gunung api emuntahkan abu dan lahar di atas petak tanah yang luas. Tidak heran jika letusan gunung di Pulau Lanzarote terekam sebagai sebagai salah satu bencana vulkanik terbesar dalam catatan sejarah. Letusan tersebut menghancurkan lebih dari 200 kilometer persegi wilayah tersebut.
Kondisi yang terjadi di Pulau Lanzarote juga sangat ideal karena di wilayah itu minim vegetasi. Hal itu terjadi karena cuaca di Pulau Lanzarote yang mirip suhu padang pasir.
"Terdapat banyak jenis batuan vulkanik di Lanzarote. Dan mereka mudah ditemukan. Di tempat ini juga tidak memiliki pohon. Di sini seolah-olah Anda tengah berada di bulan," ujar Loredana Bessone, Pangea Project Leader.
(wsb)
Lihat Juga :