Hebatnya Sistem Penglihatan Gurita, Tersusun dari 26.000 Sel di Otaknya
Selasa, 01 November 2022 - 18:11 WIB
loading...
A
A
A
“Pada tingkat yang jelas, neuron tidak saling memetakan, mereka menggunakan neurotransmiter yang berbeda. Tapi mungkin mereka melakukan perhitungan yang sama, hanya dengan cara yang berbeda," jelas ahli biologi Cris Niell dari University of Oregon dikutip SINDOnews dari laman sciencealert, Selasa (1/11/2022).
Baca juga; Gurita Selimut Berwarna Merah, Pertama Kali Terekam Kamera
![Hebatnya Sistem Penglihatan Gurita, Tersusun dari 26.000 Sel di Otaknya]()
Salah satu pertanyaan terbesar adalah bagaimana sistem visual gurita (cephalopoda) berkembang. Gurita menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mengembangkan otak besar, tetapi bagaimana informasi dari retina membantu mengarahkan pertumbuhan itu?
Pada vertebrata, fotoreseptor di retina tidak terhubung langsung ke otak. Sebaliknya, gurita menyerahkan pesan ke neuron lain. Tetapi pada gurita (cephalopoda), fotoreseptor terhubung langsung ke lobus optik otak.
“Atlas yang kami sajikan di sini menyediakan peta jalan untuk studi semacam itu, dan secara lebih umum menyediakan jalan ke depan untuk memecahkan logika fungsional, perkembangan, dan evolusi dari sistem visual cephalopoda," tulis para peneliti University of Oregon.
Baca juga; Gurita Selimut Berwarna Merah, Pertama Kali Terekam Kamera

Salah satu pertanyaan terbesar adalah bagaimana sistem visual gurita (cephalopoda) berkembang. Gurita menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mengembangkan otak besar, tetapi bagaimana informasi dari retina membantu mengarahkan pertumbuhan itu?
Pada vertebrata, fotoreseptor di retina tidak terhubung langsung ke otak. Sebaliknya, gurita menyerahkan pesan ke neuron lain. Tetapi pada gurita (cephalopoda), fotoreseptor terhubung langsung ke lobus optik otak.
“Atlas yang kami sajikan di sini menyediakan peta jalan untuk studi semacam itu, dan secara lebih umum menyediakan jalan ke depan untuk memecahkan logika fungsional, perkembangan, dan evolusi dari sistem visual cephalopoda," tulis para peneliti University of Oregon.
(wib)
Lihat Juga :