Profil CEO Twitter Parag Agrawal yang Dipecat Elon Musk
Minggu, 30 Oktober 2022 - 11:30 WIB
loading...
A
A
A
Tetapi sebelumnya, Ia juga pernah menjabat sebagai posisi eksekutif di Microsoft Research, Yahoo! Riset dan AT & T Labs pada posisi penelitian. Mantan CEO Twitter Parag Agrawal ini juga mendapatkan posisi di Silicon Valley setelah pindah ke Universitas Stanford untuk gelar doktornya dalam ilmu komputer.
Di Tahun 2011 Ia mulai bekerja di Twitter dan setelahnya Ia bekerja sebagai mahasiswa untuk beberapa perusahaan ternama diatas. Tak hanya itu, Mantan CEO Twitter Parag Agrawal awalnya fokus kepada barang-barang yang memang berhubungan dengan iklan dan kemudian Ia pindah ke Artificial Intelligence.
Pada tanggal 8 Maret 2018, Twitter menunjuknya sebagai Chief Technology Officer yang berfokus kepada kecerdasan buatan untuk meningkatkan relevansi tweet di Twitter. Sepuluh tahun setelah Ia bergabung dengan perusahaan, Ia dinobatkan sebagai CEO Twitter.
Pada tanggal 29 November 2021, Ia diangkat menjadi seorang CEO Twitter yang diperkirakan akan memiliki kekayaan bersih besar USD1,5 juta atau sekitar 24 miliar di tahun 2021 dan akan menerima gaji tahunan sebesar USD1 juta (Rp16 miliar) dengan tambahan insentif.
Serta ada sekitar USD12,5 juta (Rp192 miliar) dalam unit saham terbatas dan juga unit saham berbasis kinerja. Bahkan sebelum dirinya dipercaya menjabat sebagai CEO Twitter, Ia menerima gaji sekitar USD250.000 (Rp miliar).
Di Tahun 2011 Ia mulai bekerja di Twitter dan setelahnya Ia bekerja sebagai mahasiswa untuk beberapa perusahaan ternama diatas. Tak hanya itu, Mantan CEO Twitter Parag Agrawal awalnya fokus kepada barang-barang yang memang berhubungan dengan iklan dan kemudian Ia pindah ke Artificial Intelligence.
Pada tanggal 8 Maret 2018, Twitter menunjuknya sebagai Chief Technology Officer yang berfokus kepada kecerdasan buatan untuk meningkatkan relevansi tweet di Twitter. Sepuluh tahun setelah Ia bergabung dengan perusahaan, Ia dinobatkan sebagai CEO Twitter.
Pada tanggal 29 November 2021, Ia diangkat menjadi seorang CEO Twitter yang diperkirakan akan memiliki kekayaan bersih besar USD1,5 juta atau sekitar 24 miliar di tahun 2021 dan akan menerima gaji tahunan sebesar USD1 juta (Rp16 miliar) dengan tambahan insentif.
Serta ada sekitar USD12,5 juta (Rp192 miliar) dalam unit saham terbatas dan juga unit saham berbasis kinerja. Bahkan sebelum dirinya dipercaya menjabat sebagai CEO Twitter, Ia menerima gaji sekitar USD250.000 (Rp miliar).
Lihat Juga :