Ini Alasan Kuat yang Mendorong Elon Musk Akhirnya Membeli Twitter
Minggu, 30 Oktober 2022 - 08:25 WIB
loading...
Usai diakuisisi, Elon Musk akan melakukan perombakan besar-besaran di Twitter. FOTO/ IST
A
A
A
CUPERTINO - Usai membeli Twitter, Elon Musk pada memberitahu para pengiklan di Twitter bahwa ia membeli platform media sosial itu untuk “membantu umat manusia” dan tidak ingin Twitter menjadi “wahana tanpa aturan di mana semua orang bebas” mengatakan apapun tanpa konsekuensi.
Pesan kepada pengiklan itu dipasangnya sehari sebelum tenggat waktu bagi Musk untuk menutup kesepakatan senilai 44 miliar dolar guna membeli perusahaan media sosial itu dan menjadikannya sebagai perusahaan pribadi.
BACA JUGA - Elon Musk Umumkan Rencana Besar Twitter
“Alasan saya membeli Twitter adalah karena merupakan hal penting bagi masa depan peradaban ini memiliki alun-alun kota digital yang sama, di mana keyakinan dapat diperdebatkan dengan cara-cara yang sehat, tanpa menggunakan kekerasan,” cuit Musk dengan cara yang tidak biasa. Pesan yang ditulisnya kali ini panjang, padahal biasanya miliarder CEO Tesla itu biasanya memproyeksikan pemikirannya hanya dalam satu baris cuitan.
Ia melanjutkan bahwa “saat ini ada bahaya besar bahwa media sosial akan terpecah menjadi ruang gema sayap kanan dan sayap kiri yang menimbulkan lebih banyak kebencian dan memecah belah masyarakat kita.”
Pesan kepada pengiklan itu dipasangnya sehari sebelum tenggat waktu bagi Musk untuk menutup kesepakatan senilai 44 miliar dolar guna membeli perusahaan media sosial itu dan menjadikannya sebagai perusahaan pribadi.
BACA JUGA - Elon Musk Umumkan Rencana Besar Twitter
“Alasan saya membeli Twitter adalah karena merupakan hal penting bagi masa depan peradaban ini memiliki alun-alun kota digital yang sama, di mana keyakinan dapat diperdebatkan dengan cara-cara yang sehat, tanpa menggunakan kekerasan,” cuit Musk dengan cara yang tidak biasa. Pesan yang ditulisnya kali ini panjang, padahal biasanya miliarder CEO Tesla itu biasanya memproyeksikan pemikirannya hanya dalam satu baris cuitan.
Ia melanjutkan bahwa “saat ini ada bahaya besar bahwa media sosial akan terpecah menjadi ruang gema sayap kanan dan sayap kiri yang menimbulkan lebih banyak kebencian dan memecah belah masyarakat kita.”
Lihat Juga :