Karyawan IBM Bangun Aplikasi Logistik Tata Distribusi Bantuan BNPB
Senin, 27 April 2020 - 19:14 WIB
loading...
A
A
A
"Untuk itu kami merasa aplikasi ini sangat penting untuk dibuat dan kami memilih untuk menempatkannya di PaaS IBM karena cepat dan mudah untuk mengatur aplikasi dan data yang ada dari manapun. Teknologi PaaS IBM juga mudah untuk digunakan diberbagi platform dan bisa mendukung beban kerja penting secara aman, dimana merupakan hal yang sangat dibutuhkan saat ini,” papar Tan Wijaya.
Permasalahan distribusi peralatan medis menjadi buruk di saat adanya krisis kesehatan yang dipicu berbagai faktor seperti wabah atau bencana alam. Ini mengakibatkan suplai kebutuhannya tidak bisa diprediksi lebih awal.
"Proses pelacakan suplai barang secara manual bisa jadi kurang akurat, juga perlu lebih cermat dan membutuhkan waktu yang banyak," tambahnya.
Dalam hal ini BNPB menghadapi kendala besar mengatur pendistribusian peralatan medis dan tidak adanya dukungan perangkat yang bisa digunakan secara efisien. Sebagai negara kepulauan. Indonesia juga memiliki jangkauan geografis luas sehingga menjadi tantangan lain dalam pengiriman barang.
Aplikasi ini membantu Gugus Tugas untuk bisa meangakses ketersediaan barang dan pergerakannya, serta memastikan lembaga kesehatan menerima jumlah bantuan yang sesuai, tepat waktu. Melalui aplikasi ini, bisa mengurangi pekerjaan pelacakan dan pencatatan data secara manual guna mengurangi kesalahan karena data dapat dilihat kapan saja.
Pihaknya mengawali dengan sebuah pembicaraan bersama BNPB beberapa pekan lalu dan dengan cepat menjadi sebuah upaya yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ini dapat membuat perbedaan nyata. "Sebanyak 35 karyawan IBM Services berkumpul bersama dengan cepat untuk membangun solusi, kami berharap dengan aplikasi ini kami bisa membantu BNPB dalam mendistribusikan peralatan medis seperti alat pelindung diri (APD) dengan cepat dan tepat sasar kepada petugas kesehatan di seluruh Indonesia,” katanya lagi.
Permasalahan distribusi peralatan medis menjadi buruk di saat adanya krisis kesehatan yang dipicu berbagai faktor seperti wabah atau bencana alam. Ini mengakibatkan suplai kebutuhannya tidak bisa diprediksi lebih awal.
"Proses pelacakan suplai barang secara manual bisa jadi kurang akurat, juga perlu lebih cermat dan membutuhkan waktu yang banyak," tambahnya.
Dalam hal ini BNPB menghadapi kendala besar mengatur pendistribusian peralatan medis dan tidak adanya dukungan perangkat yang bisa digunakan secara efisien. Sebagai negara kepulauan. Indonesia juga memiliki jangkauan geografis luas sehingga menjadi tantangan lain dalam pengiriman barang.
Aplikasi ini membantu Gugus Tugas untuk bisa meangakses ketersediaan barang dan pergerakannya, serta memastikan lembaga kesehatan menerima jumlah bantuan yang sesuai, tepat waktu. Melalui aplikasi ini, bisa mengurangi pekerjaan pelacakan dan pencatatan data secara manual guna mengurangi kesalahan karena data dapat dilihat kapan saja.
Pihaknya mengawali dengan sebuah pembicaraan bersama BNPB beberapa pekan lalu dan dengan cepat menjadi sebuah upaya yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ini dapat membuat perbedaan nyata. "Sebanyak 35 karyawan IBM Services berkumpul bersama dengan cepat untuk membangun solusi, kami berharap dengan aplikasi ini kami bisa membantu BNPB dalam mendistribusikan peralatan medis seperti alat pelindung diri (APD) dengan cepat dan tepat sasar kepada petugas kesehatan di seluruh Indonesia,” katanya lagi.
Lihat Juga :