Gawat! Gunung Es Antartika Terbelah Dua
Senin, 24 Oktober 2022 - 16:28 WIB
loading...
A
A
A
"Tetapi dalam kasus ini berbeda. Setelah melihat data arus laut, tampaknya itu menjadi penyebab utama dan diperparah oleh bagian gunung es yang tumpang tindih, mematahkannya menjadi dua bagian," lanjutnya.
Dalam menguji teori mereka, peneliti melihat bagaimana kekuatan luar seperti arus laut dan angin dapat berdampak pada gunung es. Mereka membuat simulasi A86a menggunakan model yang disebut Kinematic Iceberg Dynamics (iKID).
Tim menemukan bahwa "ketika sebuah gunung es diposisikan menjadi arus yang sangat kuat versus arus lain yang sangat lemah, ikatan antara partikel akan putus dan dapat memodelkan patahan gunung yang sebenarnya.
Bentuk gunung es yang seperti jari juga disebut berkontribusi pada patahan karena membuat gunung itu cukup panjang untuk tumpang tindih dengan dua arus. Dan menariknya, kerusakan terdahulu tidak terbukti berkontribusi.
"Kami juga memeriksa apakah retakan yang sudah ada sebelumnya mendorong pecahnya atau tidak, namun tetap tidak meyakinkan karena bagian utama dari retakan tampaknya tidak mengikuti retakan yang sudah ada sebelumnya," ujar Huth.
Dalam menguji teori mereka, peneliti melihat bagaimana kekuatan luar seperti arus laut dan angin dapat berdampak pada gunung es. Mereka membuat simulasi A86a menggunakan model yang disebut Kinematic Iceberg Dynamics (iKID).
Tim menemukan bahwa "ketika sebuah gunung es diposisikan menjadi arus yang sangat kuat versus arus lain yang sangat lemah, ikatan antara partikel akan putus dan dapat memodelkan patahan gunung yang sebenarnya.
Bentuk gunung es yang seperti jari juga disebut berkontribusi pada patahan karena membuat gunung itu cukup panjang untuk tumpang tindih dengan dua arus. Dan menariknya, kerusakan terdahulu tidak terbukti berkontribusi.
"Kami juga memeriksa apakah retakan yang sudah ada sebelumnya mendorong pecahnya atau tidak, namun tetap tidak meyakinkan karena bagian utama dari retakan tampaknya tidak mengikuti retakan yang sudah ada sebelumnya," ujar Huth.
Lihat Juga :