Bahaya, Hacker Kini Bisa Melacak Lokasi Anda Hanya lewat WhatsApp

Sabtu, 22 Oktober 2022 - 22:19 WIB
loading...
Bahaya, Hacker Kini...
Hacker menemukan metode untuk mengetahui lokasi Anda lewat aplikasi WhatsApp. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Hacker kini bisa melacak lokasi Anda ketika sedang menggunakan aplikasi WhatsApp dan Signal. Metode terbaru yang digunakan para hacker itu tidak akurat 100 persen. Tapi, sudah mendekati presisi. Akurasinya mencapai 80 persen, yang termasuk mengkhawatirkan. Celah ini ditemukan penelitian keamanan siber terbaru.

WhatsApp sendiri mengklaim bahwa jaringan mereka sangat aman, terutama lewat end to end encryption atau enkripsi dari ujung ke ujung. Artinya, pesan yang Anda kirimkan tidak akan bisa dibaca siapapun. Termasuk WhatsApp itu sendiri.

Namun, ada metode baru yang diklaim bisa mengetahui lokasi pengguna aplikasi WhatsApp hingga 80 persen lewat serangan yang dirancang secara spesifik dalam waktu tertentu.

Caranya dengan mengukur waktu yang dibutuhkan penyerang untuk menerima notifikasi status pengiriman pesan pada pesan yang dikirimkan ke target.
Karena jaringan internet seluler dan infrastruktur server aplikasi Internet Messenger (IM) seperti WhatsApp memiliki karakteristik fisik tertentu, maka akan menghasilkan jalur sinyal standar. Notifikasi ini memiliki penundaan yang dapat diprediksi berdasarkan posisi pengguna.

Sederhananya, penyerang akan mengirimi Anda pesan dan kemudian dia bisa menghitung berapa lama sampai orang tersebut melihat indikator bahwa Anda telah menerima (belum membaca) pesan tersebut. Waktu akan menunjukkan jarak yang ditempuh oleh pesan.

Waktunya, tentu saja, harus sangat tepat. Tetapi ini mudah dicapai dengan memeriksa log lewat aplikasi seperti Wireshark.

Memang, serangan ini penerapannya sangat terbatas. Jadi, hanya benar-benar dapat digunakan terhadap target tertentu yang Anda ketahui.

Ini juga mengharuskan hacker untuk mengirim pesan ke kontak saat mereka berada di lokasi yang diketahui sebelumnya. Misalnya, saat hacker tahu Anda ada di rumah atau di tempat kerja, atau lokasi lain yang mereka kunjungi secara teratur, lalu mencatat waktunya masing-masing.

Setelah memiliki data kalibrasi ini, hacker kemudian dapat mengetahui lokasi Anda, cukup dengan mengirimkan pesan kepada Anda.

Analisis lalu lintas jaringan dapat membantu penyerang menentukan paket mana yang merupakan pemberitahuan status yang dikirimkan. Dalam aplikasi yang diuji oleh para peneliti, paket-paket ini memiliki ukuran yang telah ditentukan sebelumnya atau memiliki pola struktur yang dapat diidentifikasi.

Selanjutnya, hacker hanya perlu mengklasifikasikan lokasi yang berbeda dan mencocokkannya dengan waktu "pulang pergi" yang terukur, dan kemudian mencoba menghubungkan dengan lokasi target menggunakan kumpulan data yang diketahui.

BACA JUGA: Spesifikasi dan Harga Samsung A04, Punya Kamera 50 MP Harga Hanya Rp1 Jutaan

Cara untuk mengatasi celah keamanan ini adalah dengan melakukan pengacakan waktu kirim pesan. Tapi, untuk pengguna, cara termudah adalah mematikan notifikasi pemberitahuan pengirim bahwa pesan telah terkirimatauterbaca.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
340 Juta Data Pengguna...
340 Juta Data Pengguna Situs Dewasa OnlyFans Dijual Hacker
WhatsApp Kembangkan...
WhatsApp Kembangkan Fitur Pesan Selamat Datang Otomatis di Grup
Patut Dicontoh Indonesia,...
Patut Dicontoh Indonesia, Eropa Paksa Meta Bayar Karya Jurnalis yang Ditayangkan
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
3 Kali Jadi Korban Hacker,...
3 Kali Jadi Korban Hacker, Akun Instagram Wardatina Mawa Diretas Lagi
Hacker Handala Retas...
Hacker Handala Retas 2 Juta Dokumen Rahasia dari Pusat Holocaust Israel
Rekomendasi
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
Timnas Indonesia Gagal...
Timnas Indonesia Gagal ke Final Piala AFF U-19 Usai Dikalahkan Australia
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Berita Terkini
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Infografis
Menhub: Harga Tiket...
Menhub: Harga Tiket Pesawat Hanya Bisa Turun 10% Saja
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved