Pasang Kamera di dalam Kubur, Ilmuwan Ungkap Mayat Manusia Akan Bergerak Kembali
Minggu, 16 Oktober 2022 - 09:02 WIB
loading...
A
A
A
Sel darah yang rusak mulai keluar dari pembuluh yang pecah. Akibat efek gravitasi, sel darah yang telah rusak itu menetap di kapiler dan pembuluh darah kecil, menyebabkan warna kulit sang mayat berubah.
Suhu tubuh mulai menurun, kemudian, rigor mortis (kaku mayat) pun terjadi pada kelopak mata, otot rahang, leher, sebelum akhirnya mencapai anggota tubuh lainnya. Otot juga menjadi kaku, persendian pun terkunci.
Para peneliti mempelajari proses dekomposisi dalam tubuh mayat yang meninggal dunia karena faktor alami, seperti penyakit. Mereka menemukan bahwa tubuh mayat masih bisa bergerak, tanpa adanya “bantuan”, dan mengubah posisinya di dalam kubur. Tentu saja, penemuan ini memiliki implikasi penting bagi ilmu forensik.
Seringkali, para peneliti forensik berpikir, ketika mereka menemukan mayat dalam posisi tubuh tertentu, terdapat kesimpulan kalau sang mayat memang meninggal dalam posisi tubuh seperti saat ia ditemukan. Padahal, tubuh mayat masih bisa bergerak secara signifikan, walau sudah meninggal satu tahun lamanya.
Dalam penelitian ini, para peneliti menggunakan tubuh seorang mayat pria yang meninggal akibat faktor alami. Mereka menggunakan alat untuk merekam perubahan yang terjadi saat mayat sedang mengalami proses dekomposisi.
Suhu tubuh mulai menurun, kemudian, rigor mortis (kaku mayat) pun terjadi pada kelopak mata, otot rahang, leher, sebelum akhirnya mencapai anggota tubuh lainnya. Otot juga menjadi kaku, persendian pun terkunci.
Para peneliti mempelajari proses dekomposisi dalam tubuh mayat yang meninggal dunia karena faktor alami, seperti penyakit. Mereka menemukan bahwa tubuh mayat masih bisa bergerak, tanpa adanya “bantuan”, dan mengubah posisinya di dalam kubur. Tentu saja, penemuan ini memiliki implikasi penting bagi ilmu forensik.
Seringkali, para peneliti forensik berpikir, ketika mereka menemukan mayat dalam posisi tubuh tertentu, terdapat kesimpulan kalau sang mayat memang meninggal dalam posisi tubuh seperti saat ia ditemukan. Padahal, tubuh mayat masih bisa bergerak secara signifikan, walau sudah meninggal satu tahun lamanya.
Dalam penelitian ini, para peneliti menggunakan tubuh seorang mayat pria yang meninggal akibat faktor alami. Mereka menggunakan alat untuk merekam perubahan yang terjadi saat mayat sedang mengalami proses dekomposisi.
Lihat Juga :