Ini Kota di Dunia yang Jarang Terkena Sinar Matahari, Nomor 5 Jadi Lokasi Syuting Film Vampir
Kamis, 13 Oktober 2022 - 15:22 WIB
loading...
A
A
A
Tetapi, situasi ini berubah beberapa tahun yang lalu. Setelah satu abad menghabiskan waktu enam bulan dalam setahun dalam keadaan semi-gelap, pada tahun 2013, tiga cermin heliostat dipasang di Rjukan. Tiga cermin yang bergerak dan berputar pada sumbu tertentu itu bertugas untuk menangkap sinar matahari.
Sistem pelacakannya memungkinkan mereka untuk melacak matahari tergantung pada ketinggiannya. Ketiga cermin itu kemudian memantulkan sinar matahari ke bawah dan ke alun-alun utama, dimana penduduk Rjukan dapat merasakan sedikit sinar matahari.
2. Chongqing, China
![Ini Kota di Dunia yang Jarang Terkena Sinar Matahari, Nomor 5 Jadi Lokasi Syuting Film Vampir]()
Chongqing merupakan kota yang terletak di Barat Daya China. Karena jarang terpapar sinar matahari, kota ini sangat dingin dan gelap. Walaupun demikian, dilansir dari China Today, Chongqing merupakan kota dingin yang produktif.
Selain itu, Chongqing juga merupakan kota dengan iklim subtropis lembab dan mengalami kondisi iklim yang sangat basah hampir sepanjang tahunnya. Hal tersebut dikarenakan letak geografis Chongqing adalah di cekungan Sichuan. Pada bulan Desember dan Januari, Chongqing menerima cahaya paling sedikit. Sedangkan pada bulan Agustus cukup tinggi, yaitu sekitar 48%.
3. Torshavn, Kepulauan Faroe
![Ini Kota di Dunia yang Jarang Terkena Sinar Matahari, Nomor 5 Jadi Lokasi Syuting Film Vampir]()
Torshavn adalah Ibu Kota sekaligus kota terbesar di Faroe Island. Kota ini terletak di bagian selatan pantai timur Streymoy. Menurut World Atlas, kota Torshavn di Kepulauan Faroe menjadi salah satu kota di Eropa yang paling minim paparan sinar matahari. Tempat ini rata-rata mendapatkan sinar matahari kurang lebih dua jam per hari.
Bukan hanya itu, Torshavn hanya mendapat sekitar 37 hari sinar matahari per tahun, rata-rata sekitar 840 jam per tahunnya. Bahkan suhu di Kota ini rata-rata tidak mencapai 7 C.
4. Dikson, Rusia
Sistem pelacakannya memungkinkan mereka untuk melacak matahari tergantung pada ketinggiannya. Ketiga cermin itu kemudian memantulkan sinar matahari ke bawah dan ke alun-alun utama, dimana penduduk Rjukan dapat merasakan sedikit sinar matahari.
2. Chongqing, China

Chongqing merupakan kota yang terletak di Barat Daya China. Karena jarang terpapar sinar matahari, kota ini sangat dingin dan gelap. Walaupun demikian, dilansir dari China Today, Chongqing merupakan kota dingin yang produktif.
Selain itu, Chongqing juga merupakan kota dengan iklim subtropis lembab dan mengalami kondisi iklim yang sangat basah hampir sepanjang tahunnya. Hal tersebut dikarenakan letak geografis Chongqing adalah di cekungan Sichuan. Pada bulan Desember dan Januari, Chongqing menerima cahaya paling sedikit. Sedangkan pada bulan Agustus cukup tinggi, yaitu sekitar 48%.
3. Torshavn, Kepulauan Faroe

Torshavn adalah Ibu Kota sekaligus kota terbesar di Faroe Island. Kota ini terletak di bagian selatan pantai timur Streymoy. Menurut World Atlas, kota Torshavn di Kepulauan Faroe menjadi salah satu kota di Eropa yang paling minim paparan sinar matahari. Tempat ini rata-rata mendapatkan sinar matahari kurang lebih dua jam per hari.
Bukan hanya itu, Torshavn hanya mendapat sekitar 37 hari sinar matahari per tahun, rata-rata sekitar 840 jam per tahunnya. Bahkan suhu di Kota ini rata-rata tidak mencapai 7 C.
4. Dikson, Rusia

Lihat Juga :