YouTube Umumkan Cara Baru Bagi Kreator untuk Melisensikan Lagu yang akan Digunakan dalam Video

Kamis, 06 Oktober 2022 - 13:15 WIB
loading...
YouTube Umumkan Cara...
YouTube kini memberikan tawaran menarik buat kreator konten musik yang ada di platform mereka. Foto/MNC Media
A A A
JAKARTA - Selain terobosan bahwa YouTube akan mulai memonetisasi video Shorts dan mengubah Program Partnernya, pada 21 September 2022 YouTube juga mengumumkan penawaran baru bagi konten kreator yang menggunakan musik dalam video mereka. Destinasi baru ini akan menghadirkan katalog besar lagu yang dapat ditelusuri, dicari, dan dilisensikan oleh kreator, dengan persyaratan hak musik yang dijabarkan secara sederhana sehingga para kreator dapat memahami biayanya. Konten kreator juga dapat memilih trek dengan opsi bagi hasil, yang mana pembuat dan pemegang hak cipta musik bisa memperoleh pendapatan dari video yang diunggah oleh konten kreator.

Perubahan tersebut diperkenalkan pada acara Made on YouTube tanggal 21 September 2022. Di acara tersebut, YouTube mengumumkan sejumlah perubahan dengan fokus utama membantu kreator menghasilkan lebih banyak uang.

YouTube menyederhanakan proses yang terkadang rumit untuk menemukan lagu latar untuk konten video para kreator. Beberapa kreator juga kerap mengatakan bahwa bagian yang sulit bukanlah menemukan lagu yang tepat, melainkan mencari cara untuk melisensikan lagunya.

Baca juga : Rolls-Royce Harga Rp13 Miliar Kena Recall karena Masalah Lampu Depan


Seperti yang dijelaskan di acara Made on YouTube tersebut, kreator yang biasanya menggunakan lagu milik musisi pada videonya harus menyerahkan semua pendapatan iklan kepada pemegang lisensi musik. Hal tersebut menyebabkan musik komersial sering kali tidak digunakan dalam video YouTube. Hal ini merupakan sesuatu yang ingin diubah oleh YouTube.

Alih-alih memberikan pendapatan kepada pemegang hak musik, trek dapat dibeli secara langsung atau akan melibatkan kesepakatan bagi hasil. Dengan pemilik musiknya, kreator dapat membeli lisensi yang mana syarat dan tarifnya akan dijabarkan. Kemudian, kreator akan membagi sebagian dari pendapatan mereka dengan artis dan penulis lagu, serta tidak akan diminta membayar biaya di muka untuk mendapatkan akses ke lagu.

Musik dapat memperkuat hubungan emosional antara artis, kreator, dan penggemar. Berdasarkan hal tersebut, YouTube ingin memperkuatnya dengan menawarkan lebih banyak pilihan kepada kreator untuk diajak bekerja sama, sementara pada saat yang sama dapat membantu musisi bertemu dengan penggemar di YouTube.

Baca juga : Honda CBR250RR Modifikasi Bengkel Bekasi Ini Sukses Bikin Rider Kawasaki Ninja Iri

Untuk menggunakan resources baru ini, kreator dapat mencari lagu yang mereka inginkan, atau mereka dapat mencari berdasarkan anggaran yang mereka tentukan pada setiap project video. Layanan ini memberi mereka cara untuk mendapatkan akses ke katalog musik populer yang lebih besar, alih-alih terbatas hanya pada stok musik atau tidak ada musik sama sekali, seperti yang sering terjadi, terutama dengan kreator yang lebih kecil yang tidak mampu membayar biaya penggunaan musik dalam video mereka.

Produk YouTube terbaru ini sedang memasuki pengujian beta dan akan diluncurkan di AS dalam waktu dekat ini. Layanan ini sedang bekerja dengan mitra indie termasuk Empire, Believe, Downtown dan Merlin. YouTube tidak mengatakan apakah atau kapan akan memasukkan label besar.

Setelah peluncuran di AS, produk terbaru YouTube ini akan diperluas ke lebih banyak pasar pada tahun 2023.
(wsb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Ridho Sadewo Bongkar...
Ridho Sadewo Bongkar 7 Strategi Free Fire yang Bikin Peluang Booyah Lebih Besar
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
Fitur Pengatur Waktu...
Fitur Pengatur Waktu Baru YouTube Bantu Mengurangi Kecanduan Shorts
Peringatan Keras Komdigi:...
Peringatan Keras Komdigi: Meta Menyerah pada PP TUNAS, Komdigi Siapkan Algojo untuk Google
Piala Dunia 2026 Akan...
Piala Dunia 2026 Akan Disiarkan secara Gratis di YouTube
Otto Media Grup dan...
Otto Media Grup dan SOMETHINC Dorong Kolaborasi Bisnis Kreator
Menkomdigi Meutya Hafid:...
Menkomdigi Meutya Hafid: 4,7 Juta Akun Anak di TikTok dan YouTube Dinonaktifkan
Bongkar: Debi Ceper...
Bongkar: Debi Ceper Beberkan Alasan Tetap Bertahan di Dunia Hiburan
Rekomendasi
WOSPAC Siapkan Fondasi...
WOSPAC Siapkan Fondasi Talenta Muda, Jaga Asa Indonesia Menuju Piala Dunia
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Kapten Mehdi Taremi:...
Kapten Mehdi Taremi: FIFA Tak Adil, Iran Sendirian dan Tidak Ada yang Membantu Kami
Berita Terkini
Inilah Alasan XLSMART...
Inilah Alasan XLSMART Tanam Ratusan Menara 5G di IKN
Era Baru Gim Blockbuster:...
Era Baru Gim Blockbuster: GTA VI Cetak Rekor Global, Indonesia Ikut Demam
Seratus Tahun Sekali:...
Seratus Tahun Sekali: Krisis Chip Memory Bikin MacBook hingga iPad Naik Harga, iPhone Berikutnya?
Rumah Pintar yang Dengarkan...
Rumah Pintar yang Dengarkan Penghuni, Bukan Sekadar Produk Cerdas
Siapa yang Akan Menguasai...
Siapa yang Akan Menguasai Pasar AI Indonesia Senilai 10,9 Miliar?
Tiga Raja HP Konser...
Tiga Raja HP Konser Diadu: Samsung, Oppo, vivo Bertarung di Panggung Feast dan Hindia
Infografis
Prabowo: Yang Tidak...
Prabowo: Yang Tidak Mau Bekerja untuk Rakyat, Saya akan Singkirkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved