Ilmuwan Temukan Mesin Pembuat Oksigen, Harapan Hidup di Mars Dekati Kenyataan
Sabtu, 24 September 2022 - 17:34 WIB
loading...
Teknisi di Laboratorium Propulsi Jet NASA menurunkan Mars Oxygen In-Situ Resource Utilization Experiment (MOXIE) ke rover Perseverance di Pasadena, California, AS. Foto/NASA/JPL-Caltech/Reuters
A
A
A
CALIFORNIA - Para ilmuwan menemukan alat untuk memproduksi oksigen di planet Mars yang disebut Mars Oxygen In-Situ Resource Utilization Experiment (MOXIE). Alat kecil seukuran kotak makan siang ini mampu menghasilkan oksigen untuk menopang astronot di Mars selama 18 bulan terakhir.
Tim ilmuwan yang didukung oleh NASA mengatakan telah mengubah karbon dioksida Planet Merah untuk menghasilkan lebih banyak oksigen selama 18 bulan terakhir. Keberhasilan ini membuka jalan untuk menopang kehidupan manusia di planet Mars.
Sejak mendarat di Mars pada Februari 2021, Mars Oxygen In-Situ Resource Utilization Experiment (MOXIE) yang dipimpin MIT, telah mengubah karbon dioksida (CO2) menjadi oksigen (02) dengan kecepatan pohon kecil pada tujuh kesempatan eksperimen.
Baca juga; Bongkar Kecanggihan Perseverance, Robot Penjelajah Mars
Oksigen diproduksi pada siang dan malam hari dan di musim yang berbeda. Ini berarti bahwa astronot yang dikirim ke wilayah Mars akan dapat bernapas tanpa alat bantuan lain. Alat ini juga menyediakan oksigen yang cukup untuk bahan bakar roket saat kembali.
Seorang peneliti Prof Michael Hecht, yang telah mengerjakan proyek tersebut, mengatakan ini akan membantu penyelidikan di masa depan apakah ada kemungkinan untuk mendukung kehidupan di planet lain. Meski hanya satu langkah kecil, para ilmuwan memujinya sebagai langkah raksasa dan menjanjikan bagi umat manusia.
“Kami telah belajar banyak dan akan menginformasikan sistem masa depan pada skala yang lebih besar. Ini adalah demonstrasi pertama yang benar-benar menggunakan sumber daya di permukaan benda planet lain, dan mengubahnya secara kimiawi menjadi sesuatu yang akan berguna untuk misi manusia,” kata wakil peneliti utama MOXIE Jeffrey Hoffman.
Tim ilmuwan yang didukung oleh NASA mengatakan telah mengubah karbon dioksida Planet Merah untuk menghasilkan lebih banyak oksigen selama 18 bulan terakhir. Keberhasilan ini membuka jalan untuk menopang kehidupan manusia di planet Mars.
Sejak mendarat di Mars pada Februari 2021, Mars Oxygen In-Situ Resource Utilization Experiment (MOXIE) yang dipimpin MIT, telah mengubah karbon dioksida (CO2) menjadi oksigen (02) dengan kecepatan pohon kecil pada tujuh kesempatan eksperimen.
Baca juga; Bongkar Kecanggihan Perseverance, Robot Penjelajah Mars
Oksigen diproduksi pada siang dan malam hari dan di musim yang berbeda. Ini berarti bahwa astronot yang dikirim ke wilayah Mars akan dapat bernapas tanpa alat bantuan lain. Alat ini juga menyediakan oksigen yang cukup untuk bahan bakar roket saat kembali.
Seorang peneliti Prof Michael Hecht, yang telah mengerjakan proyek tersebut, mengatakan ini akan membantu penyelidikan di masa depan apakah ada kemungkinan untuk mendukung kehidupan di planet lain. Meski hanya satu langkah kecil, para ilmuwan memujinya sebagai langkah raksasa dan menjanjikan bagi umat manusia.
“Kami telah belajar banyak dan akan menginformasikan sistem masa depan pada skala yang lebih besar. Ini adalah demonstrasi pertama yang benar-benar menggunakan sumber daya di permukaan benda planet lain, dan mengubahnya secara kimiawi menjadi sesuatu yang akan berguna untuk misi manusia,” kata wakil peneliti utama MOXIE Jeffrey Hoffman.
Lihat Juga :