Meta Akui Facebook, Instagram, dan WhatsApp Panaskan Konflik Israel-Palestina

Jum'at, 23 September 2022 - 08:05 WIB
loading...
Meta Akui Facebook,...
Meta mengakui terjadi beberapa pembatasan yang dirasakan oleh warga Palestina terhadap WhatsApp, Facebook dan Instagram saat konflik Israel-Palestina terjadi. Foto/Arabian Business.
A A A
JAKARTA - Perusahaan raksasa teknologi, Meta, mengakui aplikasi Facebook , Instagram, dan WhatsApp makin memanaskan konflik Israel-Palestina karena ketidakadilan. Menurut mereka ketidakadilan itu terjadi karena adanya kesalahan teknis dan human error.

Disebutkan situs Arabian Business, ketidakadilan itu terjadi pada pengguna Facebook, Instagram dan WhatsApp yang datang dari Pestina. Mereka dengan tidak adil mengalami pembatasan dan kesulitan teknis ketika mengunggah sesuatu ke Facebook, Instagram dan WhatsApp.

"Konten berbahasa Arab telah terkena pembatasan pos, penghapusan tagar, dan pembagian ulang yang diblokir selama krisis, sementara konten Ibrani relatif tidak terpengaruh," tulis keterangan resmi Meta.

Pembatasan tersebut terjadi terutama saat konflik Israel-Palestina makin memanas pada Mei 2021. Saat itu terjadi aksi massa Palestina dalam jumlah besar di Yerusalem Timur.

Aksi itu terjadi sebagai bentuk protes pengusiran enam warga Palestina dari rumahnya sendiri. Akibat aksi massa itu sebanyak 256 warga Palestina dan 13 orang Israel meninggal.

Baca juga : Musuh dalam Selimut, Tanaman Hias ini Ternyata Berbahaya buat Anak

Meta Akui Facebook, Instagram, dan WhatsApp Panaskan Konflik Israel-Palestina


Menindaklanjuti krisis itu, dan mencari tahu dampak yang terjadi di sosial media, Meta kemudia meminta Business for Social Responsiblity (BSR) melakukan uji tuntas tentang dampak proses dan kebijakan perusahaan terhadap konflik di sosial media yang dimiliki Meta.

Pengujian yang dilakukan BSR menyebutkan adanya pembatasan yang dialami oleh masyarakat Palestina dalam mengakses Facebook, Instagram dan WhatsApp. Mereka kesulitan membagi informasi karena adanya sensor pengunggahan yang menggunakan bahasa Arab.

Sejumlah wartawan yang berbasis di Palestina juga mengaku adanya pemblokiran WhatsApp yang mereka gunakan. Alhasil mereka sama sekali tidak bisa melaporkan informasi yang utuh mengenai krisis tersebut.

Dalam laporannya BSR menemukan fakta bahwa tindakan Meta pada Mei 2021 tampaknya berdampak buruk pada hak asasi manusia. Terutama bagi pengguna Palestina yang terganggu kebebasan berekspresi, kebebasan berkumpul, partisipasi politik, dan non-diskriminasi. Pada akhirnya, pada potensi warga Palestina untuk berbagi informasi dan wawasan tentang pengalaman mereka saat krisis terjadi terhalangi.

Baca juga : Spesifikasi dan Harga Wuling Mini EV yang Lebih Terjangkau dibanding Air ev

BSR melihat Meta menjadi entitas kuat lain yang menekan suara masyarakat Palestina. Mereka melihat Meta salah mengambil langkah mengatasi krisis. Alih-alih jadi penengah konflik mereka justru memperburuk dengan membungkam suara, memperkuat asimetri kekuatan, atau membiarkan penyebaran konten yang memicu kekerasan.

Dikonfirmasi, Meta mengatakan kesalahan teknis global jadi sumber masalah. Alhasil pengguna tidak dalam mengunggah dan membagi ulang informasi terutama krisis yang terjadi antara Israel dan Palestina.

Miranda Sissons, Direktur Hak Asasi Manusia Global untuk Meta mengatakan bahwa ini “tidak disengaja atau ditargetkan tetapi kesalahan global yang mempengaruhi puluhan juta orang.”

Miranda Sissons mengtaakan kesalahan terjadi karena faktor human error. Alhasil konten berbahasa Arab langsung terblokir selama krisis terjadi. Selain itu tanda pagar mengenai Al Aqsa juga sempat diblokir meski kemudian akhirnya langsung dibuka.

“Temuan ini membantu kami belajar untuk meningkatkan produk dan kebijakan yang kami keluarkan,” kata Miranda Sissons.
(wsb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
Dulu Dibully Karena...
Dulu Dibully Karena Pendiam, Kini Syawal Adha Raih Centang Biru TikTok dan Instagram
Begini Respons Ruben...
Begini Respons Ruben Onsu Usai Permintaan Maaf Sarwendah Viral
3 Kali Jadi Korban Hacker,...
3 Kali Jadi Korban Hacker, Akun Instagram Wardatina Mawa Diretas Lagi
Rekomendasi
Lalin di Kawasan Patung...
Lalin di Kawasan Patung Kuda Ramai Lancar Jelang Aksi Massa
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 per Gram, Simak Rinciannya
Berita Terkini
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved