Khawatir Disalahgunakan, TikTok Akan Larang Semua Iklan Berbau Politik

Rabu, 21 September 2022 - 22:21 WIB
loading...
Khawatir Disalahgunakan,...
TikTok akan segera mematikan semua fitur iklan dan monetisasi untuk politik. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Aplikasi video pendek TikTok berencana melarang semua penggalangan dana politik yang dilakukan lewat platform mereka. Hal ini disampaikan Presiden Solusi Bisnis Global TikTok Bake Chadle baru-baru ini.

Dalam postingan blognya, Bake Chadle mengatakan bahwa TikTok akan segera mematikan semua fitur iklan dan monetisasi untuk politik. Termasuk pemberian hadiah dan tip untuk politisi dan partai di platform mereka.

Selain itu, akun milik pemerintah, politisi, dan partai politik juga harus mengajukan verifikasi. Demikian dilansir The Verge, Rabu (21/9).

”Tujuannya untuk mencapai keseimbangan. Supaya orang bisa berdiskusi terhadap berbagai masalah yang sedang terjadi, tapi tetap melindungi platform kreatif dan menghibur yang diinginkan komunitas,” katanya.

Selama beberapa pekan kedepan, TikTok mulai merilis larangan penggalangan dana kampanye lewat platform mereka.

Juru bicara TikTok Jamie Favazza menambahkan, perusahaan berencana untuk menegakkan aturan baru ini melalui kombinasi teknologi dan moderasi manusia.

”Kami akan bekerja sama dengan pemerintah, politisi, dan partai politik untuk memverifikasi akun mereka baik saat mereka mengajukan permintaan verifikasi, atau jika kami mengidentifikasi akun yang kami yakini milik pemerintah, politisi, atau partai politik, kami akan mengonfirmasi keaslian akun tersebut untuk proses verifikasi,” kata Favazza.

Langkah ini merupakan bagian dari inisiatif integritas pemilu TikTok yang lebih luas tahun ini.

Pada Agustus 2022 silam, perusahaan tersebut mengurai rencananya untuk mengatasi ancaman misinformasi pemilu yang berbahaya, menekankan kebijakan yang ada yang melarang influencer dibayar untuk memposting konten politik.

Perusahaan mengatakan akan terus fokus pada konten yang mendidik. TikTok juga akan mulai memberi label pada video yang berisi informasi palsu atau terkait pemilu yang belum dikonfirmasi.

TikTok sebenarnya telah melarang iklan politik sejak 2019. Namun, konten bermuatan politik terus membanjiri platform mereka. Di Amerika, puluhan politisi Republik dan Demokrat yang mencalonkan diri tahun ini, seperti John Fetterman, telah meluncurkan akun TikTok selama beberapa bulan terakhir.

Basis pengguna TikTok cenderung lebih muda daripada situs media sosial utama lainnya. Ini menjadikan TikTok sebagai platform ideal bagi kandidat yang mencari dukungan pemilih muda.

BACA JUGA: LG Rollable, Ponsel Layar Gulung LG yang Gagal Diluncurkan

Sebuah studi baru-baru ini dari Tufts University di Massachusetts menemukan bahwa pemilih muda dapat menentukan pemenang pemilu di negara bagian utama seperti Arizona, Georgia, Pennsylvania, dan Wisconsin.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Komdigi Suruh TikTok...
Komdigi Suruh TikTok Hapus 780 Ribu Akun Anak, Platform Lain Siap-siap!
ByteDance Luncurkan...
ByteDance Luncurkan Seedance 2.0, Model AI Generatif untuk Video Realistis
TikTok Dipaksa Matikan...
TikTok Dipaksa Matikan Fitur Infinity Scroll karena Menyebabkan Kecanduan
Pakar Privasi Data:...
Pakar Privasi Data: Kasus Kecanduan TikTok Harus Dibawa ke Persidangan
Siapa Adam Presser,...
Siapa Adam Presser, Alumni Harvard Pro-China yang Jadi Bos TikTok Amerika?
Dulu Dibully Karena...
Dulu Dibully Karena Pendiam, Kini Syawal Adha Raih Centang Biru TikTok dan Instagram
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
Ruben Onsu Soroti Live...
Ruben Onsu Soroti Live TikTok Anak hingga Malam Hari, Hak Asuh Jadi Pertimbangan Serius
Rekomendasi
5 Pangdam Lulusan Akmil...
5 Pangdam Lulusan Akmil 1997 Teman Satu Angkatan Danpaspampres Mayjen Edwin Adrian Sumantha
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Berita Terkini
Meta Menemukan Tambang...
Meta Menemukan Tambang Emas Baru
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Pergeseran domino dari...
Pergeseran domino dari Game HP Jadi Turnamen Pro Berhadiah Ratusan Juta
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved