NASA Sebut Sampah Luar Angkasa Tantangan Besar
Jum'at, 16 September 2022 - 18:56 WIB
loading...
Seperti yang dicatat NASA, sampah luar angkasa sendiri sebagian besar terdiri dari puing-puing yang terkait dengan misi dan fragmentasi, pesawat ruang angkasa yang tidak berfungsi, dan bagian roket yang ditinggalkan. FOTO/ IST
A
A
A
MENLO PARK - Studi yang dilakukan NASA mengungkap bahwa sampah luar angkasa menjadi tantangan besar bagi dirgantaraan. Dikatakan bahwa ini bisa menjadi ancaman bagi satelit orbit rendah Bumi (LEO), pesawat luar angkasa, hingga Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).
Seperti yang dicatat NASA, sampah luar angkasa sendiri sebagian besar terdiri dari puing-puing yang terkait dengan misi dan fragmentasi, pesawat ruang angkasa yang tidak berfungsi, dan bagian roket yang ditinggalkan. NASA mengatakan mereka menjadi ancaman serius.
BACA JUGA - Stasiun Luar Angkasa Internasional Rusak Terkena Puing Luar Angkasa
"Puing-puing orbit adalah salah satu tantangan besar di era kita. Mempertahankan kemampuan kita untuk menggunakan ruang angkasa sangat penting bagi ekonomi kita, keamanan nasional kita, dan perusahaan sains dan teknologi bangsa kita," kata Bhavya Lal yang merupakan seorang petinggi NASA.
"Penghargaan ini akan mendanai penelitian untuk membantu kita memahami dinamika lingkungan orbit dan menunjukkan bagaimana kita dapat mengembangkan kebijakan untuk membatasi puing-puing. Menciptakan dan mengurangi dampak puing-puing yang ada," lanjutnya.
Seperti yang dicatat NASA, sampah luar angkasa sendiri sebagian besar terdiri dari puing-puing yang terkait dengan misi dan fragmentasi, pesawat ruang angkasa yang tidak berfungsi, dan bagian roket yang ditinggalkan. NASA mengatakan mereka menjadi ancaman serius.
BACA JUGA - Stasiun Luar Angkasa Internasional Rusak Terkena Puing Luar Angkasa
"Puing-puing orbit adalah salah satu tantangan besar di era kita. Mempertahankan kemampuan kita untuk menggunakan ruang angkasa sangat penting bagi ekonomi kita, keamanan nasional kita, dan perusahaan sains dan teknologi bangsa kita," kata Bhavya Lal yang merupakan seorang petinggi NASA.
"Penghargaan ini akan mendanai penelitian untuk membantu kita memahami dinamika lingkungan orbit dan menunjukkan bagaimana kita dapat mengembangkan kebijakan untuk membatasi puing-puing. Menciptakan dan mengurangi dampak puing-puing yang ada," lanjutnya.
Lihat Juga :