Teknologi Autopsi Virtual Ini Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan Brutal Ratusan Tahun Lalu
Sabtu, 10 September 2022 - 08:37 WIB
loading...
A
A
A
Dugaan lain, penyerang yang sama atau lainnya yang berdiri di sisi kanan korban memukul kepala dan kemudian berbalik ke belakang korban dan menikamnya. Autopsi virtual menggunakan 3D computed tomography (3D CT) juga mengungkap penyebab kematian mumi laki-laki Delemont dari wilayah Arequipa di Peru.
Ditemukan ada trauma besar pada tulang belakang leher yang kemungkinan besar merupakan penyebab kematian. Dislokasi yang signifikan dari dua badan vertebra serviks itu mematikan dan mungkin menyebabkan kematian seketika.
Baca juga; UMM Bakal Miliki Prodi Cyber Security dan Digital Forensik
Akhir yang buruk, tapi mungkin untungnya cepat, dan yang memungkinkan para ilmuwan melakukan pekerjaan detektif dengan cara yang tidak mungkin dilakukan dengan spesimen yang berumur sama. Padahal kedua mumi itu sudah lama mati dan dibunuh antara 740 dan 1.120 tahun yang lalu.
![Teknologi Autopsi Virtual Ini Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan Brutal Ratusan Tahun Lalu]()
Para peneliti pada studi baru ini memeriksa mumi melalui pemindaian 3D computed tomography (3D CT) untuk memeriksa dan mencari tanda-tanda trauma kekerasan. Benar saja, mereka menemukan bahwa kedua mumi laki-laki telah meninggal karena kekerasan ekstrem dan disengaja.
Ditemukan ada trauma besar pada tulang belakang leher yang kemungkinan besar merupakan penyebab kematian. Dislokasi yang signifikan dari dua badan vertebra serviks itu mematikan dan mungkin menyebabkan kematian seketika.
Baca juga; UMM Bakal Miliki Prodi Cyber Security dan Digital Forensik
Akhir yang buruk, tapi mungkin untungnya cepat, dan yang memungkinkan para ilmuwan melakukan pekerjaan detektif dengan cara yang tidak mungkin dilakukan dengan spesimen yang berumur sama. Padahal kedua mumi itu sudah lama mati dan dibunuh antara 740 dan 1.120 tahun yang lalu.

Para peneliti pada studi baru ini memeriksa mumi melalui pemindaian 3D computed tomography (3D CT) untuk memeriksa dan mencari tanda-tanda trauma kekerasan. Benar saja, mereka menemukan bahwa kedua mumi laki-laki telah meninggal karena kekerasan ekstrem dan disengaja.
Lihat Juga :