Terjadi Kebocoran Bahan Bakar, Peluncuran Roket Artemis 1 Dibatalkan Kembali
Minggu, 04 September 2022 - 07:58 WIB
loading...
A
A
A
Sepuluh cubesat kecil yang dibawa Artemis 1, akan melakukan berbagai pekerjaan sains dan menguji berbagai teknologi. Jika Artemis 1 kembali ke VAB, baterai cubesats dapat diisi ulang, tetapi tidak jelas pada saat ini apakah langkah seperti itu diperlukan.
Artemis 1 sekarang harus menunggu hingga jendela peluncuran berikutnya, sekitar 16 September hingga 4 Oktober. Tapi kemungkinan bisa bertambah Panjang hingga ke Oktober, jendela peluncuran lain dari 17 Oktober hingga 31 Oktober, karena pemeriksaan persyaratan keselamatan roket SLS dilakukan di Gedung Perakitan Kendaraan (VAB) KSC.
Baca juga; Susul Jejak Apolo, Ini Alasan Kuat NASA Jalankan Misi Artemis
![Terjadi Kebocoran Bahan Bakar, Peluncuran Roket Artemis 1 Dibatalkan Kembali]()
Apalagi ada rencana peluncuran lain, yaitu misi astronot SpaceX Crew-5 ke Stasiun Luar Angkasa Internasional yang dijadwalkan lepas landas 3 Oktober dari KSC's Pad 39A. “Ini bukan kebocoran yang bisa ditangani,” kata Sarafin manajer misi Artemis 1 NASA.
Kebocoran menyebabkan tingkat gas hidrogen yang mudah terbakar di dekat roket yang beberapa kali lebih tinggi dari batas yang ditoleransi. Para insinyur NASA minggu depan akan memutuskan apakah perbaikan dapat dilakukan di Launch Pad 39B atau roket setinggi 98 meter harus kembali ke dalam VAB agar perbaikan lebih mudah.
Artemis 1 sekarang harus menunggu hingga jendela peluncuran berikutnya, sekitar 16 September hingga 4 Oktober. Tapi kemungkinan bisa bertambah Panjang hingga ke Oktober, jendela peluncuran lain dari 17 Oktober hingga 31 Oktober, karena pemeriksaan persyaratan keselamatan roket SLS dilakukan di Gedung Perakitan Kendaraan (VAB) KSC.
Baca juga; Susul Jejak Apolo, Ini Alasan Kuat NASA Jalankan Misi Artemis

Apalagi ada rencana peluncuran lain, yaitu misi astronot SpaceX Crew-5 ke Stasiun Luar Angkasa Internasional yang dijadwalkan lepas landas 3 Oktober dari KSC's Pad 39A. “Ini bukan kebocoran yang bisa ditangani,” kata Sarafin manajer misi Artemis 1 NASA.
Kebocoran menyebabkan tingkat gas hidrogen yang mudah terbakar di dekat roket yang beberapa kali lebih tinggi dari batas yang ditoleransi. Para insinyur NASA minggu depan akan memutuskan apakah perbaikan dapat dilakukan di Launch Pad 39B atau roket setinggi 98 meter harus kembali ke dalam VAB agar perbaikan lebih mudah.
(wib)
Lihat Juga :