Kandungan Racun Ular Kobra Sangat Mematikan dan Mampu Menembus Tulang

Selasa, 23 Agustus 2022 - 15:15 WIB
loading...
Kandungan Racun Ular...
Kandungan racun ular kobra yang sangat mematikan. FOTO/ IST
A A A
JAKARTA - Kandungan racun ular kobra sangat berbahaya bagi sistem peredaran darah, saraf maupun otot manusia. Setiap gigitan ular ini juga berpotensi menyebabkan kematian, bahkan bisa King Kobra mampu menembus tulang mangsanya.

BACA JUGA - Cara Suku Dayak Membuktikan Keberadaan Ular Raksasa Nabau dan Tangkalaluk

Beberapa spesies ular kobra tersebar mulai dari Afrika ke Asia Selatan hingga ke Asia Tenggara. Ular ini memang dikenal dengan bisanya, teruntuk King Kobra yang merupakan ular berbisa terbesar di dunia.

Melansir dari Britannica, Racun kobra umumnya mengandung neurotoksin yang aktif melawan sistem saraf mangsa terutama vertebrata kecil dan ular lainnya. Gigitan ular kobra dapat berakibat fatal tergantung pada jumlah racun yang disuntikkan.

Racun ular kobra ini diproduksi di bagian belakang kepala ular melalui kelenjar ludah. Kelenjar ini nantinya yang berfungsi menyimpan racun yang nantinya dapat dikeluarkan melalui gigi yang berlubang menurut laman lets talk Science.

Saat ular menggigit, otot-otot di kepalanya menekan kelenjar racun dan mendorong cairan melalui otot taringnya sehingga cairan melalui taringnya ini dapat masuk ke dalam daging mangsanya.

Dilansir dari International Journal : Snake Venom, Anti-Snake Venom & Potential of Snake Venom, menjelaskan kandungan racun ular yang terdiri dari protein, enzim, neurotoksin, koagulan, antikoagulan dan zat dengan efek sitotoksik.

Selain itu terdapat pula Fosfodiesterase A2 yang dapat menyebabkan hemolisis dengan merusak membran sel sel darah merah. Kemudian ada Oksidase dan protease yang digunakan untuk proses pencernaan.

Kandungan anorganik juga terdapat dalam racun ular kobra ini seperti natrium, kalium, magnesium dan sejumlah kecil seng, nikel, kobalt, iron.

Dua klasifikasi utama racun yang ditemukan yaitu adalah neurotoksin (yang mempengaruhi sistem saraf) dan Sito-toksin (yang menyerang sel).

Kandungan tersebut tentunya sangat membahayakan manusia. Di India dalam satu tahun rata-rata terdapat 250 ribu kasus gigitan ular.

Setiap tahun ada sekitar 5,4 juta gigitan ular di dunia. Hal ini menyebabkan antara 1,8 hingga 2,7 juta racun. Ada antara 81.410 dan 137.880 kematian. Bahkan ada lebih banyak amputasi dan cacat permanen lainnya sebagai akibatnya.

Orang meninggal karena gigitan ular paling banyak terdapat di Asia dan Afrika. Karena selain memiliki banyak spesies ular berbisa mereka juga memiliki banyak pekerja pertanian yang bersentuhan dengan ular.

Meskipun terdapat beberapa ular lain yang lebih mematikan seperti mamba hitam namun ular kobra tetap menjadi ancaman serius sehingga perlu sangat waspada bila bertemu hewan berbisa satu ini.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Titik Balik yang Mengubah...
Titik Balik yang Mengubah Ukuran Manusia Purba Ditemukan
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
Mengapa Waktu Seolah...
Mengapa Waktu Seolah Melambat ketika Bahaya Datang?
Mengapa Orbit Bumi Berputar...
Mengapa Orbit Bumi Berputar Tak Terkendali? Ternyata Ini Penyebabnya
Suhu Matahari Bertambah...
Suhu Matahari Bertambah Panas, Ilmuwan Prediksi Kehidupan di Bumi Segera Berakhir
4 Pelajar Indonesia...
4 Pelajar Indonesia Siap Berlaga di Olimpiade Kimia Internasional IChO 2026
Toyota Siap Terjun Langsung...
Toyota Siap Terjun Langsung ke Produksi Taksi Terbang Listrik
Tiru Adegan TV, Istri...
Tiru Adegan TV, Istri Isap Racun dari Tangan Suami yang Digigit Kobra, Malah Ikut Keracunan
Rekomendasi
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
Berita Terkini
Titik Balik yang Mengubah...
Titik Balik yang Mengubah Ukuran Manusia Purba Ditemukan
SpaceX Berganti Nama...
SpaceX Berganti Nama Jadi SpaceXAI Bukti Fokus pada AI
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
Kontroversi Meletus...
Kontroversi Meletus antara Apple dan OpenAI, Apakah Itu?
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
Berbasis Open Source,...
Berbasis Open Source, Equnix Dorong Ekosistem PostgreSQL
Infografis
5 Presiden dan Ibu Negara...
5 Presiden dan Ibu Negara Miliki Perbedaan Usia Sangat Jauh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved