Google Maps Rekam Penampakan Pesawat Hantu di Atas Gunung

Selasa, 23 Agustus 2022 - 09:14 WIB
loading...
Google Maps Rekam Penampakan...
Google Maps merekam gambar penampakan pesawat yang aneh sehingga disebut pesawat hantu di atas punggung Gunung Leach, Cardwell Ranges di utara Ingham, Quensland, Australia. Foto/Google Maps/Unilad
A A A
BRISBANE - Google Maps merekam gambar penampakan pesawat yang aneh sehingga disebut pesawat hantu di atas punggung Gunung Leach, Cardwell Ranges di utara Ingham, Queensland, Australia. Otoritas terkait sulit untuk mengidentifikasi karena tidak ada tanda apa pun yang terlihat.

Kemungkinan itu adalah pesawat penumpang komersial, karena terlihat sedikit seperti Airbus A320. Pesawat itu seolah mendarat di sisi selatan punggungan gunung di timur laut Gunung Leach di utara Ingham.

Otoritas Keselamatan Penerbangan Sipil (The Civil Aviation Safety Authority/CASA) juga telah mengomentari pemandangan aneh itu. “Tampaknya ada fenomena yang disebut gambar hantu dan bisa jadi seperti itu,” keterangan CASA kepada Cairns Post dikutip SINDOnews dari laman Unilad, Selasa (23/8/2022).

Baca juga; Mengapa Kita Suka Melihat Penampakan Hantu, Ternyata Begini Penjelasan Ilmiahnya

Gambar hantu adalah gambar sekunder yang disebabkan oleh kekeliruan atau kesalahan dalam sistem optik. UNILAD telah menghubungi Google untuk memberikan komentar, namun belum ada respons.
Google Maps Rekam Penampakan Pesawat Hantu di Atas Gunung


Istilah pesawat hantu menurut Simple Flying sebenarnya tidak terkait penampakan mistis. Diketahui sebelum pandemi COVID-19, maskapai harus mematuhi aturan 80:20. Ini berarti maskapai harus menggunakan setidaknya 80 persen dari slot waktu mereka untuk mempertahankan slot yang dimiliki.

“Alasan adanya penerbangan hantu adalah agar mereka dapat mempertahankan slot mereka di bandara. Ini adalah aturan yang diberlakukan oleh Komisi Eropa dan Administrasi Penerbangan Federal (FAA) di Amerika Serikat, yang dikenal sebagai 'gunakan atau hilangkan’,” demikian keterangan Simple Flying.

Baca juga; Langka, Begini Penampakan Bayi Hiu Hantu di Selandia Baru

Kasus pesawat hantu juga pernah terjadi pada 8 Juni 2022. Diketahui, sebuah pesawat 'hantu' memasuki wilayah udara Hongaria, Rumania, Serbia, dan Bulgaria, tanpa izin dengan transponder dan radionya dimatikan.

Pesawat itu seolah terbang sendiri tanpa pengemudi menerobos wilayah udara sejumlah negara di Eropa timur. Namun, keberadaan dan rute penerbangan pesawat itu terus dipantau sampai tujuan.
Google Maps Rekam Penampakan Pesawat Hantu di Atas Gunung


Belakangan dikeahui pesawat kecil itu milik direktur Nida Airfield, Bronius Zaromskis. Namun, Zaromskis mengklaim telah menjualnya kepada seseorang yang tidak dikenal di Panevezys, Lithuania utara. Dia tidak mengetahui identitas orang itu dengan detail dan hanya mengetahui orang itu berbahasa Rusia.

“Saya tidak dapat menebak dari negara mana mereka berasal. Mereka mungkin orang Ukraina, mungkin orang Rumania atau Bulgaria. Saya berbicara dengan salah satu dari mereka dalam bahasa Rusia. Tapi saya tidak tahu nama orang-orang ini, saya tidak tertarik,” katanya.

Zaromskis mengaku, mencoba menjual pesawat miliknya itu selama bertahun-tahun, karena tidak punya tempat untuk menyimpannya. Jadi ketika ada seseorang yang membelinya dia tak pikir panjang lagi untuk menjualnya, tanpa mengetahui identitas si pembeli.

Menteri Pertahanan Bulgaria Dragomir Zakov mengatakan, pesawat itu tidak pernah menjadi ancaman bagi infrastruktur sipil atau militer Bulgaria. “Pesawat itu terbang di ketinggian rendah, sehingga sulit diintersep pesawat tempur kami, tetapi kami memantaunya setiap saat. Kami menemukan di mana mendarat,” katanya.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Kembalinya Jet Tempur...
Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk di Era Perangan Modern
AS Berencana Pasang...
AS Berencana Pasang Senjata Nuklir untuk Pesawat Pembom B-1B Lancer
Misteri Bangunan Berhantu...
Misteri Bangunan Berhantu Terungkap dan Ini Fakta Mengejutkannya
Mengapa F-15E Supercanggih...
Mengapa F-15E Supercanggih Gagal Lolos dari Radar Iran?
Satu Lagi Pesawat Tempur...
Satu Lagi Pesawat Tempur AS Ditembak Jatuh Iran, Ini Kecanggihan E-3 AWACS
Pesawat Ini 2 Kali Gagal...
Pesawat Ini 2 Kali Gagal Mendarat di Bandara Puncak Gunung, Penumpang Menangis dan Pingsan
Ngeri, Pilot Pesawat...
Ngeri, Pilot Pesawat Pembawa 220 Penumpang Mendadak Serangan Jantung di Ketinggian 30.000 Kaki
Alvin Lie Sebut Pesawat...
Alvin Lie Sebut Pesawat Tua Bukan Berarti Tidak Aman, Ini Penjelasannya
Rekomendasi
UBAYA Tantang SCU di...
UBAYA Tantang SCU di Final Putri, Perbanas Hadapi UKSW pada Puncak Campus League 2026
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
PHEV Indonesia 2026:...
PHEV Indonesia 2026: Tahun Ketika BYD Memangkas Harga, Pasar Berlipat Ganda
Berita Terkini
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
5 Cara Memilih Tempat...
5 Cara Memilih Tempat Top Up Game yang Terpercaya, AntiScam!
Desain Elegan Minimalis...
Desain Elegan Minimalis ASUS ROG Zephyrus G16 GU606 Nyaman untuk Kerja dan Gaming
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved